Demo diketahui terbagi menjadi dua kelompok. Pertama, demo yang mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan yang kedua yakni demo yang memprotes Anies karena banjir di Jakarta.
Usai bertemu dengan Satpol PP dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Lulung mengaku datang hanya untuk memantau jalannya demo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lulung mengaku ingin melihat dan mendengar penjelasan bagi yang memprotes Anies soal Jakarta. Ia meminta mereka yang memprotes memiliki konsep dan ide untuk membantu Anies dalam menangani banjir Ibu Kota.
Anggota DPR Fraksi PAN Abraham Lunggana. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Mantan anggota DPRD DKI Jakarta ini juga meminta masyarakat cerdas dalam melihat permasalahan. Ia menilai protes yang dituangkan ke Anies adalah bagian dari politis dan bukan permasalahan perkotaan.
"Ini bukan semata-mata kesalahan Anies. Bukan. Ini ada nuansa politis dan teman-teman lihat ini gak fair. Kalau memang fair, audiensi saja, kasih buku pintarnya ke Anies apalagi ini ada pernah hasil tesis dia sampaikan aja ke kita," tegas Lulung.
Lulung memastikan diri akan konsisten membela Anies. Ia meminta agar semua pihak tak membandingkan Anies dengan gubernur lainnya. Terlebih, menurutnya, Anies adalah gubernur yang mumpuni dan sudah mampu membawa Jakarta dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
"Saya memang selama ini dukung Anies, ketika konsisten dukung Anies, sampai pada massa baktinya," tutup dia.
Sebelumnya,mMassa yang mengatasnamakan 'Jakarta Bergerak' mulai berdatangan ke Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/1) siang. Mereka menggelar demonstrasi terkait kinerja Gubernur Anies Baswedan selama beberapa tahun ini. Tak hanya Jakarta Bergerak, Anies juga kedatangan massa pendukung dari kelompok Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar). (ctr/ain)
