Direktur Eksekutif Walhi Sumsel Muhammad Hairul Sobri mengatakan dua pulau yang sudah tenggelam itu adalah Pulau Betet dan Pulau Gundul, yang secara administratif masuk Kabupaten Banyuasin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diperkirakan akan ada 4 dari 23 pulau yang ada di Sumsel akan tenggelam tahun 2020 akibat tingginya kenaikan permukaan laut dan penurunan permukaan tanah. Perubahan iklim yang menyebabkan perubahan tinggi permukaan laut tentu akan mengancam tenggelamnya wilayah-wilayah pesisir, baik yang berpenduduk atau tidak," ujar Hairul, Selasa (14/1).
Menurutnya, kenaikan permukaan air laut ini dipengaruhi oleh pencairan es di kutub akibat pemanasan global.
Sementara, kata Hairul, Sumsel menyumbang dampak terhadap pemanasan global dari berbagai faktor. Yakni, masifnya ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Suhu tertinggi di Sumsel pada 2019 tercatat 37 derajat Celcius (C), atau meningkat 0,39 derajat C dalam dua tahun terakhir.
Diketahui, Sumsel merupakan salah satu wilayah yang mengalami karhutla parah pada 2019. Wilayah lainnya adalah Kalimantan Tengah, Jambi, Kalimantan Timur, Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
(idz/arh)