Meskipun begitu, pemerintah perlu mempertimbangkan rencana memobilisasi nelayan ke Natuna karena berpotensi memicu gesekan antarnelayan lokal.
Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyatakan mobilisasi itu adalah upaya untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas ilegal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun meminta rencana mobilisasi nelayan itu dilengkapi dengan penguatan peraturan yang bisa melindungi nelayan Indonesia.
Artinya, nelayan asing pun diperbolehkan untuk mengambil ikan di area ini sepanjang memenuhi aturan yang ditetapkan negara terkait.
![]() |
"Untuk apa dikawal? Itu wilayah yang memang menjadi hak kita," ujar dia.
Khairul menyebut kapal Badan Keamanan Laut (Bakamla), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) lebih untuk mengamankan kawasan di mana Indonesia memiliki hak berdaulat untuk mengelola sumber daya alam yang ada di dalamnya. Sementara kapal KKP, kata dia, memastikan tidak ada upaya pengelolaan secara tidak sah dan melanggar hukum di kawasan ZEE tersebut.
"Jadi ibarat satpam gedung, ya kerja mereka menjaga kelancaran aktivitas di dalam, memantau aktivitas pengunjung dan situasi sekitar, serta melakukan tindakan jika ada aktivitas ilegal dan gangguan," ujarnya.
Bentuknya, membagi kuota penangkapan ikan di perairan Natuna Utara. Pasalnya, ZEE bukan mutlak milik Indonesia.
"[ZEE di Natuna Utara] tidak hak mutlak Indonesia. Hak berdaulat itu tidak mutlak memiliki kekayaan alamnya. Mengelola iya. Tapi orang lain juga dikasih," ujar dia.
[Gambas:Video CNN]
Penolakan
Di sisi lain, Siswandi meminta pemerintah menimbang kembali soal rencana mobilisasi nelayan itu karena ada penolakan nelayan Natuna terhadap kedatangan nelayan Pantura.
"Rencana itu bukan solusi. Malah akan menjadi masalah, paling tidak dengan nelayan Ranai (Natuna)," ujar dia.
Selain itu, dia mengingatkan gelombang di Natuna yang ganas akan menjadi kendala nelayan yang berasal dari wilayah Pantura Jawa untuk melaut di sana. Terlebih, nelayan tradisional tak menggunakan perahu besar.
"Saya tidak merendahkan kemampuan nelayan. Tapi kan setiap perairan berbeda. Nelayan Natuna saja kalau musim angin tidak melaut," ujarnya.
