Waria Minta Wali Kota Depok Belajar Medis Sebelum Razia LGBT

CNN Indonesia | Kamis, 16/01/2020 04:17 WIB
Waria Minta Wali Kota Depok Belajar Medis Sebelum Razia LGBT Ilustrasi LGBT. (AFP PHOTO/NOEL CELIS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Persaudaraan Waria Depok (Perwade) meminta Wali Kota Depok Muhammad Idris berkolaborasi dengan pihak medis sebelum merazia kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Pasalnya, sulit untuk membuktikan orientasi seksual seseorang. Terlebih, itu bukan pelanggaran hukum dan merupakan ranah privat.

Hal itu diungkapkan Ketua Perwade, Sofie mengomentari rencana Pemkot Depok yang bakal merazia kelompok LGBT, dan mendirikan crisis center khusus kelompok tersebut.


"Kalau yang homo, gay, emang tahu sudah ada label? Paling kalau ada kejadian dia, sodomi anak di bawah umur. Itu mungkin bisa jadi. Baru bisa terkuak dia sebagai gay homo," kata Sofie, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (14/1).

"Kalau kita sebagai waria enggak gitu sih. Kita kan memperkosa orang enggak ada. Kita yang 'diperkosa'," ia menambahkan.

Waria Minta Wali Kota Depok Belajar Medis Sebelum RaziaFoto: CNN Indonesia/Laudy Gracivia
Dia pun meminta Wali Kota berkolaborasi lebih dulu dengan pihak medis. Pasalnya, persoalan LGBT, termasuk kaum waria, terkait dengan masalah psikologis dan fisik yang kompleks.

"Orang dia (waria) nalurinya sudah perempuan. Makanya saya bilang tadi, suruh kolaborasi dengan ahli medis. Jadi waria ini sebenernya bentuknya aja laki, hatinya tuh perempuan. Tidak ingin disakitin," kata Sofie dengan suara terisak.

"Wali kota tuh coba deh mengkaji trans-puan ini, alat vital tuh berfungsi 100 persen apa enggak? Itu aja," ia menambahkan.

Sofie risau aturan baru di Depok ini membuat kelompoknya semakin jadi target perundungan alias bully.

"Persekusinya untuk LGBT, itu nanti terjadi persekusi. Jadi solusinya, jadi memang, selagi memang di Depok aman aja, [orientasi seksual] itu kan personal," tuturnya.

Diberitakan sejumlah media, Wali Kota Depok Muhammad Idris mengaku geram atas kasus kekerasan seksual sesama jenis yang dilakukan WNI yang juga warga Depok, Reynhard Sinaga di Manchester, Inggris.

[Gambas:Video CNN]
Agar hal serupa tak terjadi di Depok, Idris bakal membentuk crisis center LGBT dan melakukan razia untuk mengurangi perilaku seksual kelompok ini.

Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menilai upaya tersebut merupakan tindakan diskriminatif, merendahkan harkat dan martabat manusia, serta membuka potensi persekusi dan tindakan melawan hukum lainnya.

"Komnas HAM RI meminta Pemerintah Kota Depok untuk membatalkan imbauan tersebut," ujar Beka dalam keterangan tertulis, Senin (13/1).

(thr/arh)