Denny JA Bantah Minta Jabatan Komisaris Inalum ke Luhut

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 16:16 WIB
Denny JA Bantah Minta Jabatan Komisaris Inalum ke Luhut Denny JA. (Foto: CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Eksekutif LSI, Denny Januar Ali membantah telah meminta jabatan komisaris PT Inalum kepada Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

"Itu gosip. Acuhkan saja. Nanti hilang sendiri," kata Denny melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/1).

Kabar tentang Denny JA meminta jabatan komisaris Inalum mencuat setelah Denny JA disebut salah kirim pesan kei grup WhatsApp "Tokoh Nasional". Pesan yang seharusnya dikirim untuk Luhut justru salah kirim ke Grup "Tokoh Nasional", Selasa (14/1) sekitar pukul 07.08 WIB.


Pesan tersebut kemudian disebut langsung dihapus oleh Denny JA. Namun, sejumlah anggota grup "Tokoh Nasional" sempat menangkap gambar pesan Denny JA itu.
Berikut pesan yang disebut ditulis oleh Denny JA untuk Luhut. Pesan ini beredar di WhatsApp yang juga diterima CNNIndonesia.com 

Komandan, Pak Luhut yang baik
Semoga tahun baru membawa berkah baru.

FOLLOW UP yang sudah kita diskusikan tempo hari. Masih adakah kemungkinan dan kabar soal kemungkinan saya menjadi komisaris di Inalum?

Sudah ada jawaban dari Erick Tohir?

Saya cepat belajar dan get things done.

Banyak yang bisa saya kerjakan di sana, untuk mengeksplor soal tambang kita, menarik investasi, termasuk mensimulasi kepala daerah wilayah tambang, yg banyak juga sudah saya menangkan selama di LSI.

Komandan dapat meyakinkan Erick Tohir atau Jokowi, saya bisa membantu komandan soal investasi soal tambang, di posisi komisaris. Terbukti pula saya sudah berhasil membantu komandan ikut memenangkan Jokowi dua kali: 2014; 2019.

Sangat ditunggu arahan pak Luhut berikutnya.

Denny JA tak menjawab ketika ditanya apakah pesan tersebut merupakan tulisannya. Denny JA hanya menjawab bahwa itu hanya gosip.

"Ini masyarakat yang kehilangan isu besar untuk didiskusikan. Gosip pun dijadikan isu," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Luhut. CNNIndonesia.com masih berupaya menghubungi Luhut untuk meminta tanggapan. 
(wis/ugo)


BACA JUGA