"Sudah (tidak ada kapal China di ZEE). Sudah 400 mil di luar garis batas ZEE," ujar Yudo di Kabupaten Natuna, Kepulauan Natuna, Rabu (15/1).
Yudo enggan menyampaikan secara rinci sejak kapan kapal-kapal China keluar dari ZEE. Dia hanya menegaskan kapal China sudah keluar dari ZEE dan tidak lagi terpantau di dalam radar Automatic Identification System (AIS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tak lagi di dalam ZEE Indonesia, Yudo menyampaikan TNI dan seluruh unsur keamanan laut akan tetap melakukan patroli. Khusus untuk TNI, dia mengklaim tidak ada batas operasi di perairan Natuna.
Sebelumnya, sejumlah kapal coast guard dan puluhan kapal nelayan China hilir mudik di perairan Natuna Utara yang merupakan ZEE Indonesia.
Mereka mengklaim keberadaan di Natuna Utara bukan merupakan pelanggaran karena sejarah China mencatat perairan itu sebagai bagian dari perairannya.
Indonesia telah mengirim protes keras dan meminta China untuk mematuhi UNCLOS 1982 yang menyatakan Natuna Utara adalah kawasan ZEE Indonesia. Tidak boleh ada negara asing yang mengekspolitasi kekayaan alam di zona tersebut.
Tak hanya diplomasi, Bakamla dan TNI juga sempat memerintahkan coast guard untuk keluar dan menggiring kapal nelayan China keluar dari ZEE Indonesia. Akan tetapi perintah itu ditolak. (jps/ain)