Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi menyatakan masalah banjir bisa ditangani kalau semua pihak turut memberikan sumbangsih ide dan konsep.
"Yang kita dukung penyelesaian banjir. Karena itu nanti menurut saya lebih dominan ke masalah politisnya nanti. Jadi kalau misal dunia pendidikan, para ahli, masyarakat terlibat langsung saya kira bisa (teratasi)," kata Suhaimi di DPRD DKI Jakarta, Kamis (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Surabaya Banjir, Warganet Salahkan Anies |
Tak hanya itu, Suhaimi juga mengkritik koordinasi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Menurutnya soal banjir tak selalu menjadi kesalahan DKI, tapi juga perlu menjadi pembelajaran pemerintah pusat.
"Kali-kali juga tanggung jawab pusat. Ini menurut saya memang harus diperkuat. Artinya koordinasi pusat dan daerah yang akhirnya dampak ke Jakarta itu harus diperkuat," ungkap Suhaimi.
[Gambas:Video CNN]
Karena itu, Suhaimi mempertanyakan posisi pemerintah pusat saat banjir. Suhaimi melihat hanya Anies yang posisinya dipersulit dan terus disudutkan tanpa diikuti oleh tindak lanjut pemerintah pusat dalam penanganan banjir.
"Kenapa enggak pusat yang turun. Kalau hanya Pak Anies, yang lainnya juga dituntut turun dong. Kenapa siriknya hanya ke Pak Anies," tutup dia.
Maka dari itu, Purwanto mengajak warga meminta pertanggungjawaban Presiden Joko Widodo atas banjir ini lewat gugatan class action ke pengadilan.
"Banjir Jakarta kemarin tidak separah banjir wilayah lain. Kalau mau class action ayok ke Presiden," kata Purwanto di DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/1).
Purwanto mengatakan bahwa Jakarta adalah salah satu wilayah yang penanganannya cukup cepat dalam penanggulangan banjir. Padahal, diketahui bahwa curah hujan pada 31 Desember 2019 dan 1 Januari 2020 cukup tinggi dan jarang sekali terjadi.
"Itu kan akibat curah hujan yang tinggi dengan siklus 154 tahun sekali. Artinya, kapasitas saluran yang ada tidak bisa menampung lagi dan bisa disebut sebuah bencana," kata dia. (ctr/osc)