CNNIndonesia.com mendapat kesempatan melihat langsung ruangan kantor Dewas tersebut. Pihak keamanan gedung awalnya sempat menanyakan kepentingan berkunjung ke ruangan yang berada di lantai empat tersebut.
"Untuk keperluan apa?" kata salah seorang satpam yang berjaga kepada CNNIndonesia.com, Jumat (17/1) pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat CNNIndonesia.com mengambil foto, terdengar gurauan pihak keamanan di sana dengan sesama rekannya perihal bagaimana caranya masuk ke ruangan yang dirintangi segel tersebut.
Penyegelan Ruang Dewas TVRI dilakukan karyawan TVRI menggunakan pita perekat berwarna merah. (CNN Indonesia/ Dhio Faiz) |
Dua pejabat TVRI yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi penyegelan oleh karyawan semalam.
"Penyegelan seperti yang di foto yang beredar di media sosial itu benar, kejadiannya semalam sekitar pukul 8-9 malam," kata salah satu pejabat TVRI yang enggan disebutkan namanya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (17/1).
[Gambas:Video CNN]
Dia tak mau disebutkan namanya, karena menurutnya kisruh di TVRI sangat sensitif.
Sementara, anggota Dewas LPP TVRI Maryuni Kabul Budiono enggan berkomentar tentang penyegelan itu.
"Kami siang ini akan mengedarkan press release ya. Terima kasih," katanya.
Kisruh TVRI dengan Helmy Yahya bermula ketika beredar SK Dewan Pengawas LPP TVRI Nomor 3 Tahun 2019 tertanggal 4 Desember 2019, lewat media sosial, pada awal Desember 2019. Dalam SK itu, tertulis Helmy dinonaktifkan sementara dari kursi direktur utama TVRI. Kemudian Supriyono yang sebelumnya menjabat Direktur Teknik LPP TVRI sebagai Pelaksana Tugas Harian (Plt) Dirut LPP TVRI. Akhirnya, kabar Helmy Yahya dipecat dari jabatan Dirut TVRI itu pun terungkap ke publik, salah satunya lewat anggota Komisi I DPR RI Farhan.
Penyegelan Ruang Dewas TVRI dilakukan karyawan TVRI menggunakan pita perekat berwarna merah. (CNN Indonesia/ Dhio Faiz)