"Kehadiran tiga ekor surili itu, menghebohkan warga karena primata langka tersebut terlihat di sejumlah tempat dan terakhir sempat berkeliaran di atas atap balai desa," kata Kasi Pemerintahan Desa Sukarahaja Budi Komara, Kamis (16/1) seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satunya berukuran besar sekitar 60 centimeter dengan bulu warna putih dan hitam dan dua ekor lainnya berukuran kecil sekitar 40 centimeter dengan warna yang hampir sama," katanya.
"Setahu kami habitat surili di hutan yang memiliki pohon tinggi seperti kawasan Gunung Gede-Pangrango dan hutan lain di Jabar. Kami berharap ada dinas atau instansi terkait untuk menangkap dan membawa kembali surili ke habitatnya," kata Budi.
[Gambas:Video CNN]
Sementara beberapa orang warga yang sempat melihat kehadiran primata langka tersebut, mengatakan tidak berani menangkap atau memberi makan.
"Kami lihat langsung ketiganya berebut buah mangga dari pohon di balai desa," kata Feri seorang warga.
Ia menilai primata langka yang sempat dipelihara tersebut sengaja dilepaskan dan berkeliaran mencari makan.
"Mungkin saja sebelumnya ada yang pelihara karena takut kena undang-undang, sengaja dilepaskan," katanya menduga asal kehadiran tiga surili itu di pemukimannya.