Asman menuturkan dirinya mencoba tidak mengikuti tradisi PAN, bahwa sosok yang mendapatkan dukungan Amien selalu terpilih menjadi ketum PAN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di balik itu yang menentukan terpilih atau tidaknya adalah pemilih yaitu 514 ketua DPD, 34 pengurus wilayah, ditambah sekretarisnya dan ditambah organisasi otonom, termasuk DPP. Itulah stakeholder yang menentukan siapa estafet kepemimpinan ke depan," kata Asman.
"Kalau Pilpres sudah selesai apapun namanya pemerintah harus punya hubungan baik dengan partai. Tapi sikap partai ke depan ditentukan oleh partai sendiri bukan ketua umumnya," kayanya.
Lebih dari itu, Asman mengakui bahwa dirinya memiliki hubungan yang baik dengan Jokowi. Asman tercatat pernah menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi selama dua tahun, era pertama pemerintahan Jokowi.
Ia menyatakan tidak meninggalkan jejak negatif saat dipercaya Jokowi untuk menduduki kursi Menpan RB sejak 2016 hingga 2018.
[Gambas:Video CNN]
Asman berharap nilai-nilai positif yang dibangun selama menjabat Menpan RB dapat menjadi modal untuk membangun komunikasi dengan Jokowi demi kepentingan bangsa dan PAN di hari mendatang.
"Banyak program saya yang banyak apresiasi, ini menurut cerita orang. Tentu mudah-mudahan saya bisa jadikan modal komunikasi lebih lanjut untuk kepentingan bangsa, untuk kepentingan PAN ke depan," tutur Asman.
Peran Amien tercatat selalu berpengaruh dalam pemilihan ketum PAN. Setelah menanggalkan jabatan ketum PAN pada 2005, sosok-sosok yang mendapatkan dukungan Amien selalu menang mulai dari Soetrisno Bachir pada 2005, Hatta Rajasa pada 2010, hingga Zulkifli Hasan pada 2015.
Dalam pemilihan Ketua PAN periode ini Amien disebut telah mendukung calon ketua umum Mulfachri Harahap. Amien menaruh putranya, Hanafi Rais, sebagai calon sekretaris jenderal PAN periode mendatang untuk mendampingi Mulfachri. (mts/wis)