Salah satu skater asal Bali, Mario Palandeng (49 tahun) menilai skatepark Pasar Rebo kondisinya cukup bagus. Fasilitas yang disediakan juga lengkap.
"Kita untuk komunitas nggak harus bayar. Masuk gratis 24 jam kayaknya. Tapi saya belum tahu ada lampu atau tidak," katanya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (17/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebetulan mereka banyak post di sosial media. Terus saya lihat interest, tertarik untuk datang. Menarik ya, akhirnya saya datang untuk sekarang ini," ujarnya.
"Sebenernya ini karena skatepark dari pemerintah ini yang paling bagus ya," kata Mario.
"Ada beberapa obstacle ya dari awal beginner, intermadiate sama amatir dan profesional. Semua ada di sini," kata dia.
Namun demikian, ia juga mengeluhkan kondisi sampah yang berserakan di arena skatepark.
[Gambas:Video CNN]
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Jumat (17/1) pagi Mario bersama satu rekannya tengah membersihkan sampah dari arena skatepark berupa puntung rokok dan sampah makanan.
Ia mengeluhkan kondisi tersebut. Menurutnya, sampah yang berceceran di arena skatepark dapat membahayakan pemain dan memicu kecelakaan yang parah.
Lihat juga:Serunya Bermain 'Skateboard' di Atap Rumah |
"Karena kotor, kita main ada puntung rokok, apalagi untuk skateboard ya rodanya sangat kecil dan ya, sewaktu-waktu kita bisa aja stuck gara-gara cuma puntung rokok. Sepele dan kita bisa patah tulang atau kepala bocor," jelas Mario.
Dia berharap pembangunan skatepark kolong jalan layang Pasar Rebo bisa dijaga bersama-sama oleh para komunitas skater, apalagi skatepark disediakan gratis untuk masyarakat. Hal itu menurut Mario bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan.
"Jadi saya mau kalian untuk menjaganya dengan baik dan ya jaga kebersihan aja sih itu aja yang saya mau," ujar peraih juara skateboard tahunan nasional pada 2016 ini. (thr/ain)