"Pemerintah sedang mengambil risiko besar dalam membiayai Ibu Kota Negara (IKN) lewat mekanisme investasi via perbankan asing, yakni Softbank," kata Handi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/1).
Seperti diketahui, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjitan sebelumnya menyebut perusahaan asal Jepang, Softbank diarahkan menempatkan investasinya pada proyek pembangunan insfrastruktur di ibu kota baru, kecual Istana Negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seberapa besar lahan yang akan diberikan? Apa dampak dan pengaruhnya terhadap masyarakat dan pembangunan nasional," kata dia.
Menurutnya, kabar tersebut justru kontradiktif dengan semangat Presiden Joko Widodo yang berkeinginan agar pembangunan ibu kota menggambarkan Bhinneka Tunggal Ika.
"Bisa bayangkan nanti, hampir semua lembaga pendidikan, kesehatan dan hotel dimiliki oleh asing semua. Sementara kondisi di sekitar ibu kota perlu dibenahi. Jadi akan timbul ketimpangan yang sangat luar biasa sekali," kata Handi.
Lahan ibu kota baru di Kalimantan. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi) |
[Gambas:Video CNN]
Terpisah, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Zulfikar Arse Sadikin menilai pemerintah seharusnya bisa menggunakan modal sendiri saat membangun ibu kota baru. Menurutnya, jika tak mampu, maka tak menutup peluang untuk menggunakan skema public private partnership dengan mengundang investor.
"Yang penting setara, terbuka, menguntungkan kedua belah pihak, bukan untuk mengambil untung," kata Zulfikar.
Di sisi lain, Zulfikar menyatakan perlunya melibatkan partisipasi publik dalam aspek perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan pembentukan ibu kota baru ke depannya.
"Harus ada kontrol publik, baik secara intsitusional (DPR), organisasional (asosiasi), dan individual (citizen)," kata Zulfikar.
Sebelumnya, Luhut menyatakan skema investasi Softbank di IKN baru akan ditentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Februari 2020.
"Presiden akan membuat keputusan Februari (2020). Negosiasi kami akan bagaimana angkanya mungkin US$30 miliar," ujar Luhut dalam acara Coffee Morning di kantornya, Jumat (16/1). (ain/rzr/ain)
Lahan ibu kota baru di Kalimantan. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)