Kuasa hukum Fanni, Mohamad Sofyan mengatakan kliennya tiap hari selalu menangis baik di tahanan maupun saat diperiksa di Mapolda Jawa Tengah. Fanni mengaku selalu teringat dua anaknya yang saat ini tinggal di rumah salah satu kerabat.
"Tiap hari menangis, di tahanan maupun saat pemeriksaan. Bagaimana pun dia adalah seorang ibu, pasti kepikiran anak-anaknya," kata Sofyan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fanni sendiri tak terlihat ketika tersangka Toto Santoso menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat lewat awak media di Mapolda Jawa Tengah pada Selasa (21/1) pagi. Meski demikian, Toto menegaskan bahwa permintaan maaf yang diungkapkannya juga mewakili ungkapan Fanni.
[Gambas:Video CNN]
Sembari minta maaf, Toto dan Fanni juga menegaskan bila semua hal Keraton Agung Sejagat yang disampaikannya adalah fiktif.
Keduanya pun meminta maaf kepada ribuan pengikutnya yang selama ini sudah rela memberikan iuran untuk masuk dalam Keraton Agung Sejagat.
Diberitakan sebelumnya, Toto Santoso dan Fanni Aminadia menjadi sorotan publik beberapa waktu terakhir. Di media sosial dan media massa, Toto Santoso dikenal sebagai Raja Keraton Agung Sejagat didampingi Fanni sebagai Ratu.
Keraton Agung Sejagat itu dibuat Toto dan Fanni di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo. Mereka mengklaim sebagai penerus kemaharajaan Nusantara, Majapahit, yang muncul setelah perjanjian 500 tahun dengan Portugis berakhir.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana Sutisna pada 15 Januari lalu mengatakan Keraton Agung Sejagat telah merekrut 450 warga. Pengikut Keraton Agung Sejagat wajib membayar uang Rp3 juta untuk masuk sebagai anggota.
"Dengan iming-iming akan hidup lebih baik dan gaji dolar tiap bulan, tutur Iskandar," kata Iskandar. (dmr/ain)