"Cukup aneh bagi saya karena di saat dunia sedang berlomba-lomba melakukan penghijauan ini kok malah melakukan penebangan. Kalau alasannya untuk penghijauan, ini tidak menambah luas RTH baru kok, malah mubazir," kata Prasetio Marsudi kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya Prasetio akan meminta Komisi D memanggil dinas terkait meminta penjelasan pemerintah terkait revitalisasi Monas yang warnai penebangan pohon. Hal ini dilakukan karena anggaran revitalisasi Monas yang tercatat hanya untuk penyelenggaraan Formula E.
Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta Heru Hermawanto belum bisa menjelaskan secara pasti konsep revitalisasi Monas. Ia hanya memastikan bahwa pohon tersebut dirapikan.
[Gambas:Video CNN]
"Dihilangkan atau enggak, kami belum tahu persis, yang jelas nanti pohon-pohonnya akan dirapikan," kata saat dihubungi.
"Ya pasti nambah, lah (RTH-nya), parkiran itu nanti kan dihijaukan yang sisi IRTI, terus yang rusak kan masih banyak tanaman yang belum bener. Nanti saya paparkan. Ntar, kalau boleh, saya minta izin paparkan," tutup dia. (ctr/wis)