Dalam aksi tawuran itu, diketahui seorang siswa SMK Wisata Indonesia berinisial RPM menjadi korban dan mengalami luka bacok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan Prayitno, pihaknya melakukan penyelidikan dengan mencari saksi dari teman-teman korban. Hasilnya, diperoleh informasi bahwa yang terlibat tawuran merupakan pelajar SMA.
"Tawuran antara SMA 55 Duren Tiga (kelompok Petrol) melawan SMA 60 Bangka (kelompok Pyscho) yang bergabung dengan SMK Bhayangkari Ragunan (RED ZON)," tutur Prayitno.
Dari hasil keterangan saksi dan rekaman CCTV, polisi kemudian mengetahui identitas pelaku. Pada Minggu (19/1), polisi sempat mendatangi lokasi tempat pelaku biasa berkumpul, namun hasilnya nihil.
Pihaknya lalu berkoordinasi dengan SMA 60 Bangka tempat pelaku bersekolah dan menangkap pelaku pada Senin (20/1).
Dikatakan Prayitno, pelaku kemudian dibawa ke Polsek Pasar Minggu untuk diperiksa lebih lanjut. Selain itu, pihaknya juga tengah mendalami kemungkinan pelaku lain.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Prayitno, pelaku mengaku melakukan aksinya lantaran merasa kesal karena sekolahnya sering diejek.
"Pelaku merasa kesal karena nama sekolahnya sering diejek sehingga terjadi tawuran dan melakukan pengeroyokan terhadap korban," kata Prayitno.
(dis/arh)