BKSDA Sumsel Evakuasi Harimau ke Lampung Tanpa Bius

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 02:52 WIB
BKSDA Sumsel Evakuasi Harimau ke Lampung Tanpa Bius Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Palembang, CNN Indonesia -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan mengevakuasi harimau sumatera yang ditangkap di Desa Pelakat, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim ke Tamling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di Lampung, Selasa (21/1). Harimau itu dalam kondisi sadar dan tidak akan dibius selama proses evakuasi.

Kepala BKSDA Sumsel Genman Suhefti Hasibuan mengatakan berdasarkan rekomendasi dokter hewan, harimau tersebut tidak dibius selama proses evakuasi. Harimau akan dievakuasi bersama box trap yang digunakan untuk menangkapnya sambil ditutupi kain terpal agar mencegah stres dan menyakiti tubuhnya saat proses pemindahan.


"Kita evakuasi ke Lampung karena di Sumsel belum ada pusat rescue harimau. Nanti di sana, dokter hewan akan mengambil feses dan darah dari harimau ini. Tes itu nantinya akan membuktikan apakah harimau ini yang sudah meresahkan dan menyerang warga atau bukan," ujar Genman.


Genman menyebut dugaan kuat harimau tersebut yang menyerang warga dan berkeliaran di sekitar kawasan tersebut berdasarkan ukuran jejak yang ditemukan. Diketahui, tiga warga Semende Darat yang berada di dua daerah yakni Kabupaten Lahat dan Muara Enim menjadi korban penyerangan, dua diantaranya meninggal dunia.

Mustadi (50), petani kopi, ditemukan tewas di kebunnya Desa Rekimai Jaya, Kecamatan Semende Darat Tengah, perbatasan Lahat dengan Muara Enim, Kamis (12/12). Kemudian Sulis (30), warga Desa Talang Tinggi, Kecamatan Semendo Darat Laut, Muara Enim, juga ditemukan tewas diterkam harimau saat sedang mandi di sungai, Sabtu (28/12).

Korban terakhir, Martam (62), seorang petani, diserang harimau usai mandi di pancuran yang terletak di dekat kebunnya, Dusun Talang Resam, Desa Penindaian, Kecamatan Semende Darat Laut, Kabupaten Muara Enim, Kamis (9/1). Martam selamat dengan luka cakaran di bagian kaki.

Genman berujar sebagian kawasan Semende di Muara Enim masuk ke dalam kantong harimau Jambul Patah Nanti. Di kantong harimau tersebut, diyakini terdapat tiga harimau.


"Kasus di Muara Enim ini berbeda dengan kasus yang terjadi di Lahat dan Pagar Alam yang masih berada di kawasan hutan lindung. Kejadian yang di Muara Enim berada di kawasan penyangga antara area penggunaan lain (APL) dengan hutan lindung," ujar dia.

Saat ini pihaknya masih menunggu proses pengangkutan harimau apakah akan dievakuasi melalui jalur darat atau udara menuju Lampung.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengimbau masyarakat mengambil pelajaran dari konflik harimau dengan manusia. Masyarakat diminta menjaga dan melestarikan kawasan hutan lindung.

"Masyarakat diminta untuk tidak menebang pohon dan membuka lahan di kawasan hutan lindung yang menjadi habitat harimau. Harimau tidak akan keluar dari habitatnya jika rantai makanan dijaga, jangan buru makanannya," ujar dia. (idz/fea)