Saat ini kelompok Abu Sayyaf kembali menculik lima WNI yang tengah berlayar di perairan Malaysia. Mahfud mengatakan pemerintah tak hanya membicarakan langkah-langkah pembebasan lima WNI yang diculik, tetapi juga membahas penyelesaian jangka panjang.
"Capek kita, ada lagi ada lagi. Kita sedang akan membicarakan itu dalam waktu dekat tetapi tentu pengintaian terus dilakukan sebagai kegiatan rutin dari aparat kita kerja sama kita," kata Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (21/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan berbagai opsi tengah dipertimbangkan pemerintah salah satunya melakukan patroli bersama dengan negara-negara terkait yang terdampak dalam kegiatan penculikan kelompok Abu Sayyaf.
[Gambas:Video CNN]
Penyanderaan lima nelayan Indonesia ini berlangsung tiga hari setelah WNI terakhir yang disandera Abu Sayyaf, Muhammad Farhan, berhasil bebas. Farhan berhasil bebas dengan bantuan militer Filipina setelah empat bulan disandera kelompok militan tersebut.
Kelima WNI itu dilaporkan bernama Arsyad Dahlan (41), La Baa (32), Riswanto Hayono (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29) yang bekerja pada perusahaan perikanan berbasis di Sandakan, Malaysia.
The Straits Times dan The Star melaporkan penculikan WNI bermula ketika empat pria bersenjata berpakaian serba hitam menyandera lima dari delapan nelayan kapal pukat Malaysia ketika melaut di dekat perbatasan Filipina sekitar pukul 20.00 malam waktu setempat. (tst/fea/fea)