Anggota Brimob yang Mengamuk di Lokasi Wisata Sulbar Disanksi

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 13:21 WIB
Anggota Brimob yang Mengamuk di Lokasi Wisata Sulbar Disanksi Ilustrasi anggota Brimob. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Brimob Polda Sulawesi Barat yang mengamuk dan melepaskan tembakan ke udara di hadapan sejumlah pengunjung lokasi wisata Solupajang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin (20/1) mendapatkan sanksi.

Komandan Satuan Brimob Polda Sulbar Komisaris Besar Iwan Sazali mengatakan pihaknya telah mengambil tindakan tegas atas insiden tersebut.

"Sudah kita ambil tindakan (terhadap anggota)," kata Iwan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/1).


Iwan tak mengungkapkan sanksi apa yang diterima oleh oknum anggota tersebut. Ia hanya menyebut bahwa sanksi yang diberikan sesuai dengan kesalahan yang dilakukan.

"Ini lagi disidik terus," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Komandan Koprs Brimob Brigadir Jenderal Abdul Rakhman Baso menuturkan kasus tersebut telah diselesaikan oleh pihak Polda Sulbar. Ia pun enggan berkomentar lebih lanjut terkait kasus tersebut.

"Karena saat ini permasalahan tersebut sudah diselesaikan cukup pada tingkat polda," ucap Rakhman.

Sebelumnya, dari video amatir warga yang disiarkan CNNIndonesia TV, Rabu (22/1) pagi, para wisatawan yang mengunjungi lokasi di Solupajang, Polewali Mandar, Sulbar ketakutan dengan aksi brutal para anggota Brimob. Terdapat banyak anak-anak yang juga ketakutan melihat polisi mengamuk dan mengacung-acungkan senjata.

[Gambas:Video CNN]
Saat para anggota Brimob menembakkan senjata ke udara secara beruntun, salah satu saksi mata yang juga merupakan wisatawan menyebut salah satu oknum Brimob juga menodongkan senjata ke arah warga.

Dilansir dari CNNIndonesia TV, amuk para anggota Brimob diduga dipicu kemarahan salah satu anggota Brimob yang menolak diminta iuran retribusi masuk lokasi wisata sebesar Rp5 ribu.

Saat itu, oknum anggota yang tengah berlibur bersama keluarga itu marah dan memukul salah satu petugas loket masuk. Terjadi cekcok, para anggota Brimob lainnya 'turun' dengan senjata dan pakaian lengkap.

Kapolres Polewali Mandar, AKBP Muhammad Rifai membenarkan amuk para anggota Brimob tersebut dipicu oleh perkelahian salah satu anggota di loket masuk. Kedua pihak, klaim Rifai, sama-sama tidak mengetahui mengenai pungutan iuran masuk lokasi wisata.
(dis/ain)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA