Komandan Satuan Brimob Polda Sulbar Komisaris Besar Iwan Sazali mengatakan pihaknya telah mengambil tindakan tegas atas insiden tersebut.
"Sudah kita ambil tindakan (terhadap anggota)," kata Iwan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini lagi disidik terus," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Komandan Koprs Brimob Brigadir Jenderal Abdul Rakhman Baso menuturkan kasus tersebut telah diselesaikan oleh pihak Polda Sulbar. Ia pun enggan berkomentar lebih lanjut terkait kasus tersebut.
Sebelumnya, dari video amatir warga yang disiarkan CNNIndonesia TV, Rabu (22/1) pagi, para wisatawan yang mengunjungi lokasi di Solupajang, Polewali Mandar, Sulbar ketakutan dengan aksi brutal para anggota Brimob. Terdapat banyak anak-anak yang juga ketakutan melihat polisi mengamuk dan mengacung-acungkan senjata.
[Gambas:Video CNN]
Saat para anggota Brimob menembakkan senjata ke udara secara beruntun, salah satu saksi mata yang juga merupakan wisatawan menyebut salah satu oknum Brimob juga menodongkan senjata ke arah warga.
Dilansir dari CNNIndonesia TV, amuk para anggota Brimob diduga dipicu kemarahan salah satu anggota Brimob yang menolak diminta iuran retribusi masuk lokasi wisata sebesar Rp5 ribu.
Saat itu, oknum anggota yang tengah berlibur bersama keluarga itu marah dan memukul salah satu petugas loket masuk. Terjadi cekcok, para anggota Brimob lainnya 'turun' dengan senjata dan pakaian lengkap.
Kapolres Polewali Mandar, AKBP Muhammad Rifai membenarkan amuk para anggota Brimob tersebut dipicu oleh perkelahian salah satu anggota di loket masuk. Kedua pihak, klaim Rifai, sama-sama tidak mengetahui mengenai pungutan iuran masuk lokasi wisata.