Anies mengungkapkan itu saat melakukan groundbreaking integrasi antara Halte TransJakarta CSW dan Stasiun MRT Asean di Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita menggariskan bahwa semua transportasi umum di Jakarta harus bisa menjawab tantangan integrasi. Dari mana ke mana saja tersambungkan. Dan kata kunci inilah yang kemudian kita selalu bahas, dan kita selalu laksanakan," ungkap dia.
"Alhamdulillah untuk integrasi antara kendaraan umum darat mikro dengan BRT sudah terlaksana. Karena kemudian sekarang jangkauannya sudah lebih dari 3.500 armada. Kemudian jangkauan wilayahnya juga jauh lebih luas. Alhamdulillah itu sudah tercapai," beber dia.
Sebelumnya, Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono menjelaskan pembangunan integrasi akan dilakukan dengan eskalator. Setidaknya ada lima lantai yang akan dibangun di antara Halte CSW dan Stasiun MRT Asean.
"Nanti akan ada beberapa tempat untuk pendapatan non tiket komersil kecil. Kita tahu juga transprotasi publik mendapatkan pendapatan tiket dukungan pemerintah PSO. Tapi kita juga mengusahakan bagaimana pendapatan nontiket," ujar dia.
Total dana yang dihabiskan dalam pembangunan halte CSW dan stasiun MRT Asean terintegrasi sebesar Rp55 miliar. Angka ini dipecah dalam dua fase pembangunan. Fase pembangunan pertama sebesar Rp30 miliar.
"Fase kedua akan ada sekitar Rp25 miliar ya total Rp55 miliar yang kita ambil dari sisa dana Penyertaan Modal Daerah (PMD) perusahaan," ungkap dia.
Lihat juga:DPRD DKI Minta Revitalisasi Monas Ditunda |
Diharapkan fasilitas ini dapat digunakan pada Agustus 2020. Sementara fase II diharapkan selesai pada Desember 2020 mendatang.
"Mudah-mudahan bulan Agustus sudah selesai sebagai tanda bulan kemerdekaan. Kita lihat upayakan maksimal mungkin untuk tahun ini juga kalau selesai kita upayakan di Desember 2020," tutup dia. (ctr/wis)