Epidemiolog KKP Wilkor Adi Soemarmo, Aziza Amalia menerangkan tim dari KKP akan memasuki pesawat sebelum penumpang keluar. Di dalam pesawat, penumpang diinterview mengenai kondisi kesehatannya.
"Kami tanya apakah ada penumpang dengan gejala-gejala di antaranya demam tinggi di atas 38 derajat, kemudian batuk dan sesak nafas," katanya, Kamis (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua yang ada di dalam pesawat tidak boleh keluar sampai kami pastikan penyakitnya apa," katanya.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan penyebab demam tinggi itu. Penumpang dapat kembali melanjutkan proses imigrasi jika terbukti demamnya tidak ditimbulkan virus Corona.
"Kalau indikasinya mengarah ke Corona, akan kita rujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas ruang isolasi," katanya.
Meski telah memperketat pengawasan, Aziza menerangkan masih ada celah untuk virus Corona menyebar ke tanah air. Virus bernama 2019-nCoV itu diketahui memiliki masa inkubasi dua minggu. Selama masa inkubasi, orang yang terjangkit virus tidak akan menunjukkan gejala. Hal ini berpotensi menjadi titik penyebaran virus Corona.
Sebagai langkah antisipasi, KKP membagikan health alert card kepada semua penumpang. Health alert card tersebut berisi informasi mengenai gejala yang ditimbulkan virus 2019-nCoV itu. Pemegang health alert card diimbau segera ke fasilitas kesehatan terdekat jika timbul gejala yang mengarah ke virus Corona.
"Di dalam health alert card tadi juga ada informasi yang bersangkutan berasal dari negara terjangkit. Fasilitas kesehatan yang bersangkutan diminta agar segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Airport Operation and Security Senior Manager Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Goentoro mengatakan hingga saat ini belum ditemukan penumpang terindikasi terjangkit virus Corona. Penerbangan langsung rutin dari Kunming, China seminggu sekali sempat vakum selama beberapa pekan.
"Sejak ada virus Corona itu, penerbangan dari China baru satu kali. Tadi pagi. Dan tidak ada yang menunjukkan gejala-gejala panas, batuk, dan lain sebagainya," katanya.
Selain dari China, Bandara Adi Soemarmo juga menerima penerbangan langsung dari Kuala Lumpur Malaysia. Penerbangan itu dilayani seminggu dua kali setiap Minggu dan Rabu. Penerbangan dari Kuala Lumpur ini juga mendapat perlakuan yang sama.