Pelaksana tugas (Plt) Camat Ujung Berung, Didin Dikayuana mengatakan, dirinya langsung mendatangi rumah korban pada Rabu (22/1). Didin mendatangi kediaman orang tua bocah, Diah (38) di RT 04 RW 09, pasca kematian sang bocah.
Didin mengatakan, ular yang menggigit Andi sempat diamankan oleh warga. Ular tersebut dimasukkan ke dalam plastik bening.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pihaknya juga melapor ke Dinas Kebakaran untuk menyisir rumah dan area dekat rumah untuk antisipasi jika ada ular lainnya.
"Memang datang satu regu. Setelah dilakukan penyisiran hasilnya nihil," ujarnya.
Atas kejadian serangan ular tersebut Didin meminta warga untuk tidak main-main dengan ular berbisa.
"Saya imbau tolong masyarakat hati-hati, jangan main-main sama ular, mau itu berbisa atau tidak," kata Didin.
Secara umum ular weling memiliki ciri-ciri fisik warna kulit hitam putih, sedangkan badannya berbentuk runcing. Biasanya ular berbisa ini berada di dekat sumber air, seperti sawah. Ular yang lebih aktif pada malam hari ini menyukai tikus sebagai makanan.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Andi meninggal dunia akibat dipatuk seekor ular weling yang diketahui diberi seseorang sebagai 'mainan'.
Ibunda dari AR, Diah (38) menjelaskan peristiwa yang merenggut nyawa anaknya tersebut terjadi Rabu (22/1) sekitar pukul 08.30 WIB. Menurut dia, pada saat itu anaknya bermain dengan ular pemberian orang tak dikenal.
"Dapat ular dari orang tidak dikenal, bilangnya ularnya mau dijual," kata Diah, Kamis (23/1) seperti dikutip dari Antara.
"Di rumah AR bilang digigit ular di bagian jari tengah, kemudian sempat diberi penanganan dengan berikan air panas dan garam," kata dia.
Diah lantas membawa anaknya tersebut menuju rumah sakit terdekat yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ujung Berung. Namun sesampainya di Unit Gawat Darurat (UGD), menurutnya, dokter menyatakan anaknya sudah meninggal. (hyg/osc)