"Pak Prabowo ingin salah satunya (anggaran) itu untuk penguatan dan modernisasi Alutsista," kata Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Gedung Kemhan, Jakarta, Kamis (23/1).
Kata Dahnil, Prabowo memiliki empat prinsip yang akan dijalankan dalam mengelola anggaran. Pertama tepat guna, kedua efisien, ketiga ekonomis, serta terakhir harus melibatkan aspek geopolitik dan geosentris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diplomasi ini, kata Dahnil, juga salah satu cara yang dilakukan Prabowo untuk mengoptimalkan anggaran. Terutama dalam hal mempertahankan hubungan baik dengan sejumlah negara yang strategis, sekaligus terkait alutsista yang berkaitan langsung dengan persenjataan.
Maka dari itu, kata Dahnil, kritik soal seringnya Prabowo melancong ke luar negeri pun langsung dijawab oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Dahnil, Jokowi turut membela Prabowo karena memang Indonesia perlu menjalin hubungan baik dengan negara lain dalam aspek pertahanan.
"Saya pikir kritik itu datang dari mereka yang tidak punya pemahaman yang baik dalam pertahanan. Karena ada diplomasi pertahanan yang sangat penting dilakukan," kata dia.
Dahnil lantas menyebut politikus yang tetap mengkritik kunjungan luar negeri Prabowo adalah mereka yang tak paham dengan bidang pertahanan. Literasinya pun kurang.
"Jadi kritik yang sebut Pak Prabowo jalan-jalan ini bukti bahwa ada masalah dengan literasi pertahanan para politisi kita," kata Dahnil.