Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan cucu mantan Presiden Soeharto itu diduga bertindak sebagai konsultan dalam perusahaan yang didirikan oleh PT Kam and Kam tersebut.
"AHS itu menerima aliran dana dan ada hubungan sebagai konsultan," kata Luki di Mapolda Jatim, Kamis (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada (aliran dana) Rp3 M lebih," ujarnya.
Bukti yang dicari tersebut, adalah dokumen yang bisa menunjukkan secara jelas bahwa Ari termasuk dalam struktural PT Kam and Kam.
"Saat ini kita cari bukti-bukti, atau secarik kertas di mana dalam struktur pendirian PT Kam and Kam ini, ada ndak yang menunjuk sebagai administrasinya. Secara lisan ada," ujarnya.
Luki mengungkapkan bahwa penyidik juga berpotensi melakukan pemanggilan kedua kepada Ari. Hal itu dilakukan untuk mendalami temuan tersebut.
"Semua (saksi yang sudah dipanggil) bisa dipanggil lagi," ujarnya.
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. (CNN Indonesia/Farid Miftah) |
"Iya (saya) member," kata Ari mengakui, sembari tertawa.
Saat ditanya apakah dirinya mendapatkan hadiah dari PT Kam and Kam, Ari enggan menjelaskan. Ia menyebutkan hal itu akan dijelaskan oleh kuasa hukumnya.
Begitu juga saat dikonfirmasi apakah dirinya mendapatkan aliran dana dari Memiles, sebagaimana diungkapkan Kapolda Jatim, Ari kembali berkelit.
"Saya selaku warga negara yang baik, saya mendapat pemanggilan saya hadir di sini untuk memberikan kesaksian dan untuk lebih detailnya nanti lawyer kami akan menjelaskan juga Pak Kabid Humas juga akan menjelaskan," katanya.
Kendati demikian, Ari mengaku keluarganya telah menyerahkan dua unit mobil mewah berjenis Toyota Alphard kepada Polda Jatim.
Dua mobil itu merupakan reward yang diberikan Memiles kepada istirnya Frederica Francisca Callebaut, dan ibunya Ilsye Aneke Ratnawati, yang juga member.
"Iya, itu dua mobil sudah saya serahkan. Tapi itu dari pihak keluarga bukan saya," ujar dia.
[Gambas:Video CNN] (frd/pmg)
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. (CNN Indonesia/Farid Miftah)