Menurut Yusfitriadi hal itu sudah terlihat tatakala Menteri Hukum dan HAM sekaligus Ketua DPP PDIP Yasonna Laoly hadir dalam pembentukan Tim Hukum PDIP beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada umumnya, kata dia, partai akan langsung memecat kadernya bila ditetapkan tersangka kasus korupsi dan menegaskan tak ada kaitannya dengan institusi partai. Namun sebaliknya, PDIP tak menyatakan hal tersebut secara tegas kepada publik.
Melihat rentetan itu, Yusfitriadi menduga Harun Masiku merupakan sosok kunci dalam kasus ini. Harun dikhawatirkan mampu membuka dugaan keterlibatan elite politik lain bila ditemukan keberadaannya.
[Gambas:Video CNN]
Sampai saat ini keberadaan Harun belum diketahui. Ia dipahami berada di Indonesia sejak tanggal 7 Januari 2020 atau satu hari sebelum digelarnya OTT oleh KPK.
Yusfitriadi menduga Harun sengaja disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu agar 'kotak pandora' yang berkaitan dengan kasus tersebut tak terbuka.
"Saya melihatnya HM ini sebuah kunci. Kunci untuk mengembangkan rantai konspirasi kasus ini dengan berbagai macam elite partai politik. Tidak hanya dengan salah satu anggota KPU saja. Wajar kemudian, pandangan-pandangan muncul, HM ini terkesan disembunyikan," kata dia. (rzr/fea)