Pengamat Nilai PDIP Terkesan 'Pasang Badan' Bela Harun Masiku

CNN Indonesia | Sabtu, 25/01/2020 00:25 WIB
Pengamat politik menjelaskan ada kekhawatiran Harun Masiku dapat membuka keterlibatan elite politik lain dalam kasus PAW anggota DPR. Harun Masiku. (Diolah dari KPU RI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Eksekutif Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Yusfitriadi menilai PDI Perjuangan (PDIP) terkesan sedang 'pasang badan' untuk membela kadernya, Harun Masiku, yang sudah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus suap PAW anggota DPR.

Menurut Yusfitriadi hal itu sudah terlihat tatakala Menteri Hukum dan HAM sekaligus Ketua DPP PDIP Yasonna Laoly hadir dalam pembentukan Tim Hukum PDIP beberapa waktu lalu.

"Tapi hari ini, PDI Perjuangan dalam kasus ini pasang badan, sampai Yasonna hadir dalam konpers pembentukan tim hukum untik mengurus masalah ini," kata Yusfitriadi di Kantor Formappi, Jakarta, Jumat (24/1).


Yusfitriadi mengatakan heran dengan sikap PDIP belakangan ini. Ia menyatakan sikap itu berbeda dengan partai lain tatkala menyikapi kadernya yang terjerat kasus korupsi.

Pada umumnya, kata dia, partai akan langsung memecat kadernya bila ditetapkan tersangka kasus korupsi dan menegaskan tak ada kaitannya dengan institusi partai. Namun sebaliknya, PDIP tak menyatakan hal tersebut secara tegas kepada publik.

"Ini kan menarik, dan ini mungkin satu-satunya kasus yang menyeret elite partai kemudian ditarik jadi masalah kelembagaan," kata dia.

Melihat rentetan itu, Yusfitriadi menduga Harun Masiku merupakan sosok kunci dalam kasus ini. Harun dikhawatirkan mampu membuka dugaan keterlibatan elite politik lain bila ditemukan keberadaannya.

[Gambas:Video CNN]



Sampai saat ini keberadaan Harun belum diketahui. Ia dipahami berada di Indonesia sejak tanggal 7 Januari 2020 atau satu hari sebelum digelarnya OTT oleh KPK.

Yusfitriadi menduga Harun sengaja disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu agar 'kotak pandora' yang berkaitan dengan kasus tersebut tak terbuka.

"Saya melihatnya HM ini sebuah kunci. Kunci untuk mengembangkan rantai konspirasi kasus ini dengan berbagai macam elite partai politik. Tidak hanya dengan salah satu anggota KPU saja. Wajar kemudian, pandangan-pandangan muncul, HM ini terkesan disembunyikan," kata dia. (rzr/fea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK