Kepala Bocah Tertancap Tang Pekerja Reklame di Sumsel

CNN Indonesia | Sabtu, 25/01/2020 06:00 WIB
Kepala Bocah Tertancap Tang Pekerja Reklame di Sumsel Bocah 6 tahun tertancap tang pekerja reklame. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Palembang, CNN Indonesia -- Seorang siswa kelas 1 SD, RDS (6), menderita luka serius di bagian kepala karena tertancap tang milik pekerja reklame yang terjatuh di Jalan Mayor Ruslan II, Kelurahan Pasar Baru, Lahat, Sumatera Selatan, Kamis (23/1).  Korban mesti menjalani operasi untuk mencabut tang yang sempat menancap di tulang tengkoraknya.

Kejadian itu bermula saat korban pulang sekolah kemudian menumpang ojek menuju tempat bimbingan belajar. Saat menuju tiba di lokasi kejadian lalu lintas cukup padat sehingga motor melaju dengan kecepatan lambat.


Saat hendak memutar di putaran tepat di bawah reklame, tiba-tiba tang milik pekerja reklame terjatuh dari ketinggian kurang lebih lima meter. Tang potong itu jatuh tepat di atas kepala RDS dan langsung menancap.


Pengendara lain yang melihat kejadian terkejut dan langsung meminta pengemudi ojek yang membonceng RDS agar menepi. Korban bahkan sempat tidak menyadari bahwa ada tang yang menancap di kepalanya sebelum diberitahu warga sekitar.

Pengemudi ojek lalu segera mengantar RDS ke RS Dinas Kesehatan Tentara Lahat untuk memberikan pertolongan medis kepada RDS.

Kapolres Lahat Ajun Komisaris Besar Irwansyah mengatakan pihaknya telah mendapatkan informasi peristiwa tersebut namun pihak keluarga disebut belum melapor secara resmi.

"Saya sudah instruksikan anggota reserse untuk cek perihal kejadian sebenarnya. Untuk keluarga korban belum melapor secara resmi, jadi belum tahu perkembangannya," ujar Irwansyah, Jumat (24/1).


Sementara itu Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Sanderson Syafei berujar pihaknya mendesak kepolisian mengusut kelalaian pelaku usaha yang bertanggung jawab atas faktor keselamatan kerja yang diduga tidak sesuai SOP hingga menyebabkan jatuhnya korban. Saat ini pihaknya mengawal perkembangan kesehatan RDS yang masih dirawat di rumah sakit.

"Korban dirujuk ke RS AK Gani Palembang hari ini karena setelah operasi di RS DKT Lahat, kepalanya terus mengalami pendarahan. Masih terus dilakukan perawatan intensif," ujar Sanderson.

Sanderson berujar dalam melaksanakan pengerjaan baliho atau reklame, terutama yang berlokasi di tempat yang ramai aktivitas masyarakat, pekerja harus lebih hati-hati dan ada standar operasional prosedur (SOP) yang harus dipenuhi.

"Fakta di lapangan, tidak ditemukan jaring atau rambu pengaman lainya sehingga benda jatuh langsung ke jalan dan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat pengguna jalan. Seharusnya perusahaan atau pihak ketiga bisa meminimalisir resiko kecelakaan saat bekerja di ketinggian. Kami sangat menyesalkan hal ini terjadi. Kami akan mengawal kasus ini terus, semoga tidak terjadi hal yang serupa," kata dia. (idz) (idz/fea)