"Kasus sudah naik ke penyidikan. Untuk tersangka kita tunggu pemeriksaan besok," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Komisaris Besar Hendra Suhartiyono, Senin (27/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besok akan ada pemeriksaan lagi. Salah satunya NB," imbuh dia.
Eks Menpora Roy Suryo akan diperiksa terkait laporannya terhadap petinggi Sunda Empire. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga) |
Penyidik, lanjutnya, juga akan memanggil saksi ahli untuk dimintai keterangan. Setelah seluruhnya lengkap, lanjut Yusri, penyidik akan melakukan gelar perkara guna mencari tahu apakah ada unsur pidana dalam laporan itu.
"Kalau memang unsurnya memenuhi nanti akan dinaikan ke tingkat penyidikan, kita tunggu saja," ujarnya.
Rangga diketahui sempat menyebut bahwa Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berdiri di Gedung Isola, Bandung. Pernyataan itu disanggah oleh Roy.
Usai acara itu, dia, yang merupakan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, mengaku dikecam oleh banyak warganet. Padahal menurutnya warganet merujuk pada informasi dalam Wikipedia yang isinya telah diubah dan diduga dilakukan oleh kelompok Sunda Empire.
[Gambas:Video CNN]
Seperti diketahui, kelompok Sunda Empire mencuat tak lama setelah kehadiran Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Dua 'kerajaan' ini sama-sama menyebutkan kalau pemerintahan dunia akan segera berakhir.
Sunda Empire memberi prediksi pemerintahan dunia akan berakhir pada 15 Agustus 2020. Sedangkan Keraton Agung Sejagat mengaku sebagai penerus Kerajaan Majapahit yang akan menjadi penguasa di dunia.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Saptono Erlangga mengatakan penyelidikan kasus Sunda Empire ini menggunakan laporan model A yang dibuat berdasarkan temuan polisi sendiri.
(hyg/dis/arh)
Eks Menpora Roy Suryo akan diperiksa terkait laporannya terhadap petinggi Sunda Empire. (