"Sudah lima penyidik dari Polres Jakarta Barat yang diperiksa terkait perkara ini," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apabila tidak benar, akan jadi bumerang bagi yang bersangkutan karena menyampaikan hal yang tidak benar," imbuh dia.
Lutfi Alfiandi ditangkap polisi karena dituding melempari petugas dengan batu dalam demo pelajar setelah disuruh membubarkan diri. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
"Sebenarnya juga tidak ada (penyetruman), tidak ada," kata Nana di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (28/1).
Meski begitu, Nana enggan menjawab secara rinci saat ditanya terkait lima penyidik dari Polres Metro Jakarta Barat yang diperiksa oleh Propam setelah Lutfi mengeluarkan pernyataan itu.
"Iya, makanya nanti tunggu hasilnya, dari Propam belum melaporkan," kata dia.
Jika tudingan itu terbukti, Nana mengaku tak akan tinggal diam dan akan memberikan sanksi terhadap para penyidik itu.
[Gambas:Video CNN]
"Kalau kita temukan akan kita lakukan tindakan," aku dia.
Sebelumnya, Lutfi Alfiandi, demonstran yang fotonya yang tengah membawa bendera merah putih di tengah demo pelajar di sekitar gedung DPR viral, mengaku disetrum dan dianiaya saat diperiksa polisi di Polres Jakarta Barat.
Hal itu disampaikannya dalam persidangan kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/1). Di hadapan majelis hakim, Lutfi mengaku disetrum hingga kepalanya pusing. Dia juga mengaku ditendangi dengan mata tertutup dan posisi jongkok.
(dis/tst/arh)
Lutfi Alfiandi ditangkap polisi karena dituding melempari petugas dengan batu dalam demo pelajar setelah disuruh membubarkan diri. (