"Keputusan Yasonna memberhentikan Dirjen Imigrasi belum menyelesaikan persoalan yang ada di keimigrasian di bawah rumah besar Kemenkumham," kata Hinca kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (28/1).
Ia menyatakan akan tetap mempertanyakan apakah ada unsur kesengajaan dari Kemenkumham di penyampaian informasi keberadaan tersangka kasus dugaan suap dalam PAW anggota DPR RI periode 2019-2024, Harun Masiku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hinca, publik harus mengetahui hal yang sebenarnya terjadi terkait informasi keberadaan Harun.
"Jadi publik harus tahu seterang-terangnya apa yang terjadi karena ini soal keluar masuknya orang dari dalam Indonesia keluar dan dari luar ke dalam,
"Kalau Harun Masiku saja tak terdeteksi atau tak jelas informasinya, bayangkan kalau orang orang lain yang membahayakan negeri ini. Jadi persoalan imigrasi ini persoalan yang sangat serius," tutur Hinca.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Yasonna mencopot Ronny dari Jabatan Dirjen Imigrasi Kemenkumham. Yasonna mengatakan pencopotan Ronny dalam rangka pembentukan tim gabungan untuk menyelidiki kesalahan informasi soal catatan perjalanan tersangka KPK dalam kasus suap Komisioner KPU, Harun Masiku.
"Supaya tim independen ini jangan ada conflict of interest, saya sudah memfungsionalkan dirjen imigrasi. Jadi sekarang dirjen imigrasi sudah diganti Plh (Pelaksana harian), termasuk Direktur Sisdik Keimigrasian-nya," ujar Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/1).
Adapun yang akan menjadi Plh Dirjen Imigrasi adalah Irjen Kemenkumham Jhoni Ginting. (mts/ain)