Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Fajar Adriyanto mengatakan pihaknya masih menanti instruksi dari Kemenlu karena sejauh ini Pemerintah China melarang transportasi dari dan ke luar wilayah Wuhan.
"Nunggu dari Kemenlu bisa tembus enggak ke pemerintah sana untuk agar kita bisa berangkat atau tidak, yang jelas TNI AU siap 24 jam," kata Fajar kepada awak media, Rabu (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para tenaga medis dari pihak TNI AU yang akan ditugaskan untuk menjemput WNI di China ini pun telah siap untuk diberangkatkan. Hanya saja Fajar tak merinci berapa total petugas tersebut.
"Semua itu sudah menyiapkan anti penularan untuk crew yang menjemput. Itu mungkin dengan masker dan segala macam, kemudian makanannya juga harus dikontrol dan juga nanti begitu kembali nanti akan dikarantina dulu. Jadi tidak langsung turun langsung bebas dikarantina dulu. Yang kita siapkan itu, briefing-nya demikian," kata dia.
Mengenai pesawat untuk menjemput WNI di China, TNI AU telah menyiapkan dua pesawat jenis Boeing dan satu pesawat jenis Hercules.
"Kami sudah siapkan pesawat Boeing 737 dan satu Hercules C130. Kita juga siapkan personel dari batalion kesehatan," kata Fajar kepada awak media, Rabu (29/1).
Diketahui ada 244 WNI di provinsi Hubei yang tercatat saat ini. Khusus di Wuhan, ibu kota Hubei, terdapat 93 WNI yang tinggal di sana.
Sudah ada 131 meninggal dunia akibat virus tersebut. Di China sendiri tercatat lebih dari 4 ribu orang mengidap virus tersebut.