Fajar menyebut pihaknya juga telah menyiagakan dua pesawat jenis Boeing dan satu pesawat Hercules untuk menjemput WNI dari Provinsi Hubei. Saat ini TNI AU tinggal menunggu instruksi Kementerian Luar Negeri untuk terbang menjemput WNI di Wuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti begitu kembali akan dikarantina dulu. Jadi tidak langsung turun langsung bebas, dikarantina dulu. Yang kita siapkan itu, briefing-nya demikian. Standar (karantina) 28 hari di RSPI Sulianti Saroso," kata dia.
Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Bambang Dwi Hasto menyebut seluruh rumah sakit dan seluruh Batalyon Kesehatan TNI telah disiagakan untuk menghadapi wabah virus N-cov atau virus corona yang telah menewaskan hingga 132 orang.
"Ini sesuai Inpres nomor 4 tahun 2019 tentang Bio Security. Seluruh rumah sakit dan seluruh batalyon kesehatan TNI disiagakan," kata Bambang.
Diketahui ada 244 WNI di Provinsi Hubei yang tercatat saat ini. Khusus di Wuhan, ibu kota Hubei, terdapat 93 WNI yang tinggal di sana.
Sudah ada 132 meninggal dunia akibat virus tersebut. Di China sendiri tercatat lebih dari 4 ribu orang mengidap virus tersebut. (tst/osc)