Mereka akan datang jika dalam 7 hari ke depan Polri masih belum memberikan penjelasan rinci soal keberadaan Harun Masiku saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Apakah Harun benar bersembunyi di PTIK atau tidak.
"Kami akan menunggu satu Minggu terhitung dari hari ini untuk mendapatkan jawaban terang dari aparat hukum," kata Andi melalui keterangan pers, Rabu (29/1)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana Andi dan Rachlan tak lepas dari kabar bahwa Harun sempat sembunyi di PTIK pada 8 Januari. Kala itu, penyidik KPK dikabarkan ingin menjemput Harun lantaran diduga terlibat kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR fraksi PDIP.
"Di situ tim KPK ditahan sampai pagi, dites urine dan sebagainya," tutur Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri, Kamis (9/1).
Wasekjen Demokrat Rachlan Nashidik akan turut mendatangi PTIK bersama Andi Arief untuk menagih penjelasan dari Polri soal keberadaan Harun Masiku (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Dia juga tidak menampik para penyidik KPK itu sempat dites urine. Namun, Argo merasa tidak ada yang salah dengan itu karena sudah sesuai dengan prosedur.
"Tentunya orang yang masuk ke PTIK akan diperiksa semua oleh yang jaga di sana karena merupakan suatu kesatrian, wajar kalau ada orang yang tidak dikenal oleh penjagaan, kemudian juga tidak ada kartu pengenal kepolisian maupun PTIK pasti kita tanyai," tutur Argo di Cikeas, Bogor, Jumat (10/1).
Dalam kasus yang melibatkan Harun, sudah ada beberapa orang yang ditetapkan tersangka oleh KPK. Mereka adalah Komisioner KPK Wahyu Setiawan, kader PDIP Agustiani Tio Fridelina dan Saeful.
Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto turut diperiksa oleh KPK dalam kasus tersebut. Dia memenuhi panggilan KPK pada pekan lalu.
Wasekjen Demokrat Rachlan Nashidik akan turut mendatangi PTIK bersama Andi Arief untuk menagih penjelasan dari Polri soal keberadaan Harun Masiku (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)