Ia berdalih sudah sewajarnya Jokowi sebagai presiden yang lebih menonjol. Jika dirinya tampil signifikan, Ma'ruf risau akan ada 'matahari kembar' dalam pemerintahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya, rapat koordinasi terkait radikalisme, kemiskinan, hingga reformasi birokrasi.
"Kita hanya mengkoordinasi, bukan operasional. [Tugas] operasional kan itu menteri, jadi kita mengkoordinasi misalnya, UMKM, saya rapat koordinasi," kata dia.
Selain itu, Ma'ruf menegaskan tugas seorang Wapres hanya membantu dan menangani tugas-tugas yang diberikan presiden.
"Mewakili presiden kemana-mana, rapat kabinet, menyampaikan pendapat-pendapat di rapat kabinet, juga saya jalankan dan juga sebenarnya menangani berbagai yang ditugaskan oleh presiden," dia mencontohkan.
Dia khawatir peran minim Ma'ruf akan membuatnya sejajar dengan sosok Wapres ke-11 Boediono yang juga tak menonjol saat mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono di periode kedua 2008-2014.
"Jangan sampai nanti publik mempersepsikan MA sama dengan Boediono," kata Ujang.
(rzr/arh)