Mata Rozi berkaca-kaca, kala mengingat adiknya yang menempuh studi Central China Normal University (CCNU), Wuhan itu, tak kunjung mendapatkan kejelasan untuk pulang. Sementara beberapa negara lain sudah memulangkan warganya dari Wuhan.
Dengan terbata, Rozi pun meminta Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi pun bergerak dan bertindak cepat melakukan evakuasi adiknya dan mahasiswa asal Indonesia lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat video call, mereka mungkin ndak menangis seperti saya, tapi mereka mungkin menahan diri agar saya tegar di sini. Mungkin saya dianggap cengeng, tapi saya tidak peduli, karena ini yang saya rasakan," kata Dirhan.
Intens Berkomunikasi
Menanggapi hal itu, Khofifah mengatakan, saat ini pihaknya tengah berusaha keras untuk mengevakuasi WNI yang terisolasi di Wuhan.
Khofifah mencatat, setidaknya ada 248 jiwa mahasiswa serta warga asal Jatim, yang berada di sana, dan sedang menunggu kejelasan perihal evakuasi. Para mahasiswa tersebut berasal dari pelbagai universitas yang ada di provinsi Hubei.
"Kami melakukan koordinasi kemudian ketemulah dengan (sebanyak) 248 nama student (asal Jawa Timur) yang sedang study di sana (Wuhan dan sekitarnya)," kata Khofifah.
Khofifah menambahkan, pihaknya melakukan pertemuan dengan para orang tua mahasiswa di Wuhan ini sekaligus untuk memastikan bahwa koordinasi terus dilakukan secara intens untuk kepastian evakuasi.
Dalam pertemuan tersebut, kemudian diketahui ada pula nama-nama sejumlah mahasiswa tambahan asal Sampang dan Pamekasan, Madura, yang turut menunggu dievakuasi.
"Ada tambahan nama-nama mahasiswa asal Sampang dan Pamekasan. Malam ini sudah kami dapatkan identitas lengkapnya," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Mantan Menteri Sosial ini pun memastikan, ratusan warga Jatim di Wuhan dan sekitarnya terdiri dari mahasiswa S1, S2 serta S3. Selain mahasiswa ada pula seorang anak yang masih berusia lima tahun.
"Salah satunya terdata seorang anak berusia lima tahun. Tapi, saya kira itu adalah anak dari salah satu mahasiswa yang dibawa ke sana," ujarnya.
"Sekarang Bu Menlu sedang memfinalkan, bagaimana evakuasi itu bisa dilakukan sesegera mungkin," katanya.
Jika evakuasi berhasil dilakukan, maka sesampainya warga Jatim tersebut di tanah air, Pemprov Jatim pun telah menyiapkan tiga rumah sakit sebagai lokasi transit dan isolasi. Ketiganya yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya, RSUD dr Soedono Madiun dan RSUD dr Saiful Anwar Malang.
Kemenlu sebelumnya menyatakan masih menunggu proses izin evakuasi dari pemerintah China sebelum bisa memulangkan ratusan WNI yang terjebak di Wuhan karena penyebaran virus corona.
Pelaksana tugas juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah mengatakan pemerintah Indonesia terus berkomunikasi dengan China terkait rencana evakuasi ini.
"Kami masih terus mendiskusikan dan mengupayakan fasilitasi dari pihak Tiongkok," kata Faizasyah saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Rabu (29/1).
Kemenlu RI memaparkan hingga saat ini tidak ada WNI di Wuhan dan China secara keseluruhan yang terjangkit wabah serupa virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) itu. (frd/osc)