Skenario Evakuasi WNI dari China untuk Antisipasi Corona
CNN Indonesia
Kamis, 30 Jan 2020 14:16 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono memaparkan dua skenario evakuasi/penjemputan warga negara Indonesia yang berada di Provinsi Hubei, China untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Menurutnya, skenario itu diusulkan Kementerian Luar Negeri.
Pertama, pemerintah akan menjemput WNI secara langsung dari Hubei dengan pesawat, apabila provinsi tersebut berstatus lockout atau tidak lagi terisolasi. Sementara skenario kedua, jika pemerintah setempat masih menyatakan status isolasi atau lockdown maka WNI akan dibawa keluar Hubei kemudian dijemput di wilayah berbeda.
"Ada dua skenario yang ditawarkan Kemenlu, yaitu mengeluarkan mereka langsung dari Hubei. Yang kedua mengeluarkan mereka keluar Hubei dan menjemput mereka di sana. Kami masih menunggu informasi lanjutnya," ujar Anung, Kamis (30/1).
Begitu mereka tiba di Indonesia, kata Anung, ada beberapa tahapan berikutnya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
"Kita mesti mengetahui detail status WNI di sana, mulai nama, visa, alamat dan mengetahui status kesehatannya lewat pemeriksaan di bandara, menggunakan evacuation capsule di bandara, nanti pakai itu," katanya.
Namun kendala utama pemulangan WNI yaitu Hubei masih dalam status isolasi hingga saat ini. Jika demikian, kepulangan WNI di Hubei akan diawasi dalam proses karantina.
"Kita lihat status kota itu sendiri jika masih lockdown semua pergerakan orang akan diawasi lewat proses karantina, jika sudah lockout mereka akan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu people under observation dan suspect," cakapnya.
Anung menjelaskan people under observation berarti mereka yang baru kembali dari China dan dalam kondisi sehat, tidak menunjukkan gejala sakit.
Sedangkan suspect, kata Anung, nantinya akan langsung dirawat di ruang isolasi karena menunjukkan gejala terjangkit virus corona dan mendapatkan penanganan khusus.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan China siap memfasilitasi dalam membantu proses evakuasi ratusan warga Indonesia di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei yang menjadi sumber virus corona.
"(Pembicaraan dengan pihak China) sudah ada perkembangan, dalam artian mereka bersedia bantu fasilitasi evakuasi (WNI)," kata Retno usai menjadi pembicara di salah satu seminar di Jakarta pada Kamis (30/1).
[Gambas:Video CNN] (mel/pmg)
Pertama, pemerintah akan menjemput WNI secara langsung dari Hubei dengan pesawat, apabila provinsi tersebut berstatus lockout atau tidak lagi terisolasi. Sementara skenario kedua, jika pemerintah setempat masih menyatakan status isolasi atau lockdown maka WNI akan dibawa keluar Hubei kemudian dijemput di wilayah berbeda.
"Ada dua skenario yang ditawarkan Kemenlu, yaitu mengeluarkan mereka langsung dari Hubei. Yang kedua mengeluarkan mereka keluar Hubei dan menjemput mereka di sana. Kami masih menunggu informasi lanjutnya," ujar Anung, Kamis (30/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mesti mengetahui detail status WNI di sana, mulai nama, visa, alamat dan mengetahui status kesehatannya lewat pemeriksaan di bandara, menggunakan evacuation capsule di bandara, nanti pakai itu," katanya.
Petugas medis di Wuhan, Provinsi Hubei, China saat menangani virus corona. (Chinatopix via AP) |
"Kita lihat status kota itu sendiri jika masih lockdown semua pergerakan orang akan diawasi lewat proses karantina, jika sudah lockout mereka akan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu people under observation dan suspect," cakapnya.
Anung menjelaskan people under observation berarti mereka yang baru kembali dari China dan dalam kondisi sehat, tidak menunjukkan gejala sakit.
Sedangkan suspect, kata Anung, nantinya akan langsung dirawat di ruang isolasi karena menunjukkan gejala terjangkit virus corona dan mendapatkan penanganan khusus.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan China siap memfasilitasi dalam membantu proses evakuasi ratusan warga Indonesia di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei yang menjadi sumber virus corona.
"(Pembicaraan dengan pihak China) sudah ada perkembangan, dalam artian mereka bersedia bantu fasilitasi evakuasi (WNI)," kata Retno usai menjadi pembicara di salah satu seminar di Jakarta pada Kamis (30/1).
[Gambas:Video CNN] (mel/pmg)
Petugas medis di Wuhan, Provinsi Hubei, China saat menangani virus corona. (Chinatopix via AP)