Namun saat ini sembilan dari sepuluh orang paling kaya di Indonesia bukan pemeluk agama Islam. Anwar mengatakan fakta ini menjadi bukti lemahnya umat Islam di Indonesia dalam menguasai sektor bisnis dan ekonomi.
"Data ini jelas menunjukkan adanya ketidakadilan proporsional. Semestinya secara proporsional dari 10 orang terkaya di negeri ini, 9 orang adalah beragama Islam," kata Anwar dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Jumat (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Dia juga mengingatkan pesan Imam Syafi'i 'man jadda wa jadda', yang berarti siapa yang bersungguh-sungguh maka akan dapat. Menurutnya prinsip itu yang menjadi pegangan para orang terkaya di Indonesia.
"Kenapa saudara-saudara kita dari etnis China (Tionghoa) banyak yang sukses dan berhasil dalam dunia ekonomi dan bisnis? Ya karena mereka serius dan bersungguh-sungguh di dalam mengurusi dan menerjuni dunia ekonomi dan bisnis tersebut," ujarnya.
Dia mengenang Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang mampu melecut semangat pejuang kemerdekaan, terutama pada pertempuran di Surabaya, 10 November 1945. Anwar berharap PBNU bisa menerbitkan Resolusi Jihad Jilid 2 guna memerangi ketimpangan.
"Kalau ini bisa dilakukan oleh NU dan elemen umat Islam lainnya secara bersungguh-sungguh, maka tentu peta kehidupan sosial politik dan ekonomi di negeri ini di masa depan akan berubah," ucapnya. (dhf/osc)