"Kasus ini dihentikan," kata Saptono saat memberi keterangan hasil autopsi jenazah Lina, Jumat (31/1).
"Dari hasil visum didapat keterangan bahwa kondisi jenazah dalam keadaan membusuk. Kedua, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ujar Saptono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pemeriksaan pembuluh darah paru tidak ditemukan penyakit kronis. Pun dengan pembesaran otot jantung tidak ditemukan serangan jantung atau penyumbatan pembuluh darah jantung.
"Sebagai kesimpulan setelah dilakukan pemeriksaan autopsi dan laboratorium forensik dapat dijelaskan bahwa kematian saudara Lina Jubaedah bukan karena kekerasan ataupun racun di dalam tubuh," papar Saptono.
Dia menambahkan Lina meninggal dunia karena penyakit, yaitu penyakit hipertensi kronis, luka pada selaput lendir lambung, batu empedu pada saluran empedu dan pembesaran pada organ jantung.
Sebelumnya, autopsi jenazah Lina dilakukan atas laporan putranya buah pernikahan dengan Sule, Rizky Febian. Polisi laporan itu polisi kemudian melakukan autopsi terhadap jenazah mantan istri Sule yang telah dikebumikan.
[Gambas:Video CNN]
Makam jenazah Lina dibongkar pada 9 Januari, disaksikan oleh Rizky Febian dan suami mendiang Lina, Teddy Pardiana.
Sejumlah saksi tersebut di antaranya suami Lina, Teddy Pardiyana, putri Lina, Putri Delina, serta sejumlah warga yang turut memandikan jenazah usai meninggal pada Sabtu (4/1) lalu.
(hyg/wis)