Menurutnya, Rafli juga telah meminta maaf atas kesilapan pikiran dan pernyataan yang telah menimbulkan polemik serta kesalahpahaman di tengah masyarakat. Dia pun menegaskan bahwa Rafli telah menarik usulan tersebut.
"PKS menegur keras Rafly dan yang bersangkutan meminta maaf atas kesilapan pikiran dan pernyataan pribadinya itu sehingga menimbulkan polemik serta membuat salah paham di kalangan masyarakat. Beliau (juga) menarik usulan pribadinya itu," kata Jazuli dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fraksi PKS menilai pernyataan pribadi Rafly itu kontroversial dan telah menimbulkan polemik yang kontraproduktif. Apalagi, usulan itu tidak mencerminkan sikap Fraksi PKS," ucap dia.
Dengan penarikan usulan Rafli ini, Jazuli menambahkan, pihaknya berharap kesalahpahaman dan polemik di tengah masyarakat tidak dilanjutkan.
Sebelumnya, Rafli mengusulkan pemerintahan Jokowi untuk melegalkan tanaman ganja sebagai komoditas ekspor. Usul tersebut ia sampaikan kepada Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam rapat kerja, Kamis (30/1).
[Gambas:Video CNN]
Menurut Rafli, ganja menjadi potensi ekspor yang besar, mengingat tanah Aceh merupakan daerah yang subur ditanami ganja.
"Ganja entah itu untuk kebutuhan farmasi, untuk apa saja, jangan kaku kita, harus dinamis berpikirnya. Jadi, ganja ini di Aceh tumbuhnya itu mudah," katanya.
Namun, usul itu ditentang oleh Fraksi PPP. Sekretaris Fraksi PPP Achmad Baidowi menyatakan menjadikan ganja sebagai komoditas ekspor bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam.
Ia menerangkan, menjadikan ganja sebagai komoditas ekspor bertentangan aspek hukum, fisik, psikologis, sosial, serta aspek keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam Islam, dia menegaskan jelas dinyatakan bahwa hal yang memabukkan diharamkan, termasuk ganja.
"Banyak dalil Islam yang memperkuat hal tersebut. Artinya usulan ekspor ganja bertentangan dengan Islam," kata Awiek dalam siaran persnya yang diterima CNNIndonesia.com. (mts/ayp)