Ia wafat di RS Harapan Kita, Jakarta, pada pukul 20.55 WIB. Dan, setelah dibersihkan, jenazahnya lalu dibawa ke rumah duka yang berada di kawasan Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Para pelayat pun berdatangan ke rumah duka adik Presiden keempat RI mendiang Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut hingga Senin (3/2) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melaksanakan shalat jenazah dan baca Surat Yasin," kata seorang pelayat berasal dari Bekasi, Filda.
Lihat juga:Putra Ungkap Sakit Gus Solah Sebelum Wafat |
"Saya ikut tahlilan dan baca doa kepada beliau kiai yang saya kagumi," kata karyawan swasta itu.
Selain warga umum setempat, para pelayat di antaranya juga dari para santri dan alumnus Pondok Pesantren Tebuireng.
Gus Solah saat ikut Pilpers 2004 sebagai calon wakil presiden. (AFP PHOTO/Bay ISMOYO) |
Hingga pukul 02.00 WIB, suasana rumah duka masih terus dipadati para pelayat.
Ayat-ayat suci Al Quran terus dilantunkan para pelayat mengiringi kepergian Gus Solah. Ratusan karangan bunga berasal dari sejumlah tokoh nasional juga memenuhi rumah duka.
Rencananya, jenazah Gus Solah diterbangkan ke Jombang, Jawa Timur, melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, sekitar pukul 09.00 WIB.
Jenazah rencananya dimakamkan di kompleks Pemakaman Tebu Ireng pada Senin, sekitar pukul 16.00 WIB. Putra dari Gus Solah, Ipang Wahid, semalam mengatakan Gus Solah rencananya dikebumikan di samping makam kakaknya, Gus Dur, yang wafat pada satu dasawarsa lalu.
Gus Solah berpulang pada usia 77 tahun setelah mendapat perawatan karena sakit di RS Jantung Harapan Kita Jakarta.
(antara/kid)
Gus Solah saat ikut Pilpers 2004 sebagai calon wakil presiden. (AFP PHOTO/Bay ISMOYO)