Pantauan CNNIndonesia.com, Senin (3/2) para santri dan petakziah terus berdatangan ke lokasi. Ibu, bapak, anak muda, bahkan anak kecil memadati area masjid dan pelataran pemakaman. Mulut mereka tak berhenti merapalkan ayat-ayat.
Seorang warga, Usman Ali (65) mengaku ia sengaja datang untuk menghadiri proses pemakaman Gus Sholah. Dari Mojokerto ia bahkan datang menaiki sepeda kayuhnya menuju Tebuireng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengaku sebagai simpatisan kakak Gus Sholah, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang juga merupakan Presiden RI Ke-4. Itulah alasan dia merasa sangat dekat dengan keluarga pengasuh Tebuireng.
Usman bercerita, dirinya begitu terkejut saat kali pertama mendengar kabar meninggalnya Gus Sholah, Minggu (2/2) malam tadi, melalui berita di televisi.
"Saya nyalakan TV pukul 21.00 WI malam, ternyata kabar Gus Sholah. Saya kaget, saya langsung mau kesini (Tebuireng), ternyata beliau masih di Jakarta," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Kini, Usman dan ratusan petakziah lain masih menunggu kedatangan jenazah Gus Sholah, yang sedang dalam perjalanan usai disemayamkan di rumah duka di Jalan Bangka Raya Nomor 2C, Mampang, Jakarta Selatan.
Gus Sholah berpulang pada usia 77 tahun setelah mendapat perawatan karena sakit di RS Jantung Harapan Kita Jakarta.