Gus Sholah juga orang yang cinta perbedaan. Hotman mengaku pernah diundang untuk berceramah di depan ribuan santri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur pada 2019 lalu. Padahal, Hotman beragama Kristen.
"Sosok almarhum termasuk tokoh Islam yang pintar, intelektual, akademis dan sangat netral, bayangkan akulah putra pertama Batak (beragama) Kristen, bisa masuk ke pesantren, itulah kehebatan beliau," ucap Hotman di di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Senin (3/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, umumnya sapaan 'gus' diberikan kepada tokoh dari kalangan Nahdliyin.
Hotman mendatangi Pondok Pesantren Tebuireng untuk bertakziah pada hari ini, Senin (3/2). Dia mengaku terbang dari Bali untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Gus Sholah.
"Saya langsung terbang dari Bali, harusnya masih bergoyang-goyang di pantai," kata Hotman.
[Gambas:Video CNN]
Hotman sedih ketika mendengar kabar Gus Sholah meninggal dunia. Baginya, Gus Sholah adalah tokoh nasional yang menginspirasi.
Dengan keilmuan yang tinggi, kata Hotman, Gus Sholah juga senantiasa berupaya untuk objektif dan tidak memihak dalam memandang sesuatu.
"Beliau itu berbobot, waktu dia bahas kasus hukum di Amerika kasih contoh-contoh sangat berbobot, jadi benar dia intelektualnya tinggi, dan netralnya itu tidak pernah memihak manapun, murni objektif," kenangnya.
Salahuddin Wahid atau Gus Sholah wafat di usianya yang ke-77 pada Minggu malam (2/2). Dia meninggal dunia di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.
Gus Sholah bakal dimakamkan di samping makam Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Gus Sholah memang adik kandung dari Gus Dur, cucu dari pendiri NU Hasyim Asyari.