Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam rapat kerja bersama dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senin (3/2).
"Mendapatkan hasil 34 negatif, di mana di antara 34 sampel diuji terdiri dari 27 WNI dan 7 warga negara asing," kata Terawan dalam rapat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti kita ketahui bahwa Puslitbang Biomedis Balitbangkes merupakan sebuah laboratoruim BSL 3 yang terakreditasi oleh WHO dan juga kit-kit (pedoman penanganan) untuk virus ini kita sudah punya sejak Desember 2019," kata Terawan.
Selain itu, pemerintah telah mengidentifikasi 19 daerah berisiko yang memiliki akses langsung dari dan ke Tiongkok.
[Gambas:Video CNN]
Dari sisi kesiapan rumah sakit, Terawan menjelaskan bahwa setidaknya akan ada 100 rumah sakit rujukan yang diklasifikasikan sebagai RS rujukan nasional, provinsi, dan regional. Dalam hal ini, rumah sakit tersebut diyakini telah siap menangani pasien terjangkit virus corona
Untuk RS rujukan nasional, Terawan menerangkan setidaknya terdapat tiga rumah sakit, yakni Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, RSPAD Gatot Subroto, dan RS Persahabatan.
"Kesiapan RS rujukan penyakit infeksi emerging perlu dilakukan maping ulang karena 100 RS rujukan flu burung ini ditetapkannya pada 2007. Jadi perlu cek dan recheck semuanya. (Kini) Sudah 82 RS melaporkan data update kesiapsiagaan RS terkait penyakit infeksi emerging," kata dia. (mjo/ain)