Menko PMK Sebut Warga Natuna Takut Karena Hoaks Virus Corona

CNN Indonesia | Senin, 03/02/2020 20:45 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy menilai ketakutan warga Natuna soal keberadaan karantina tak lepas dari berita hoaks soal virus corona. Menko PMK Muhadjir Effendy menilai ketakutan warga Natuna soal keberadaan karantina tak lepas dari berita hoaks soal virus corona. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy memaklumi ketakutan warga Natuna atas kedatangan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, terkait wabah virus corona. Muhadjir menilai ketakutan warga tak lepas dari berita hoaks yang tersebar soal virus corona.


"Wajar karena pengaruh berita hoaks dan simpang siur yang cenderung memperseram penyakit itu. Kita harus memahami kalau reaksi masyarakat seperti itu," ujar Muhadjir di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2).


Selain itu, diakui Muhadjir, minimnya komunikasi dari pemerintah terkait rencana pemulangan WNI dari Wuhan di Natuna juga menjadi penyebab ketakutan masyarakat.

Untuk itu, Muhadjir mengklaim pihaknya telah berupaya mendekati sejumlah pemuka masyarakat termasuk Ketua Lembaga Adat Melayu dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat untuk meredam situasi.


"Jadi memang ada masalah komunikasi karena keputusan sangat-sangat mendadak. Memang tidak mungkin ada waktu komunikasi dan sosialisasi, memberikan pemahaman yang cukup tentang kebijakan itu," katanya.



Namun mantan mendikbud ini meyakini, masyarakat Natuna lambat laun akan memahami bahwa ratusan WNI yang dipulangkan itu dalam kondisi sehat dan hanya perlu menjalani observasi selama 14 hari.


"Seiring waktu mereka akan mengerti bahwa mereka ini orang-orang sehat, bukan untuk dikarantina, bukan diasingkan, hanya tempat observasi, mengamati selama 14 hari akan dilihat, untuk memastikan betul-betul sehat," ucap Muhadjir.


Menurutnya, Natuna dipilih lantaran memiliki fasilitas dan sarana yang memadai untuk menjadi lokasi observasi bagi WNI yang dipulangkan. Di antaranya keberadaan landasan udara militer hingga fasilitas kesehatan.


"Diputuskan Natuna yang paling mungkin karena bandara militer, pusat kogabwilhan I sehingga bisa mengerahkan semua kekuatan TNI baik darat, laut, udara. Sehingga diputuskan Natuna dan sudah tepat pilihan itu," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]


Sementara terkait keberadaan tiga WNI yang batal dipulangkan lantaran tak lolos screening, kata Muhadjir, bukan karena terpapar virus corona. Menurutnya, dalam kondisi sakit biasa pun WNI dari Wuhan tak diperbolehkan kembali ke Indonesia.


"Pilek biasa pun tidak boleh berangkat. Itu menunjukkan di sana tidak main-main membiarkan warga keluar dari negaranya kalau tidak betul-betul sehat. Jangan kemudian yang tiga (WNI) itu diartikan kena virus corona, tapi ada penyakit tertentu dan tidak boleh berangkat," terangnya.


Sebelumnya, Kemenkominfo menyatakan ada 54 total hoaks soal virus corona novel (2019-nCov) yang telah terdeteksi sampai hari ini Senin (3/2).

Sebanyak 54 informasi hoaks tersebut tersebar melalui media sosial dan platform pesan instan.


Kabar hoaks itu di antaranya tentang kitab iqro yang sudah lama memprediksi terjadinya virus corona hingga kabar warga Jombang yang terjangkit virus.

(psp/gil)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK