Ganja itu disebut diselundupkan menggunakan truk kontainer di sebuah lahan parkir pergudangan ekspedisi di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Selasa dini hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arman menjelaskan ganja tersebut dikemas dalam enam kardus yang telah ditaburi biji dan bubuk kopi untuk mengelabui penciuman anjing pelacak. Kardus-kardus berisi narkoba itu kemudian diangkut menggunakan truk kontainer dan dicampur dengan barang-barang kelontong.
Kelima kurir itu yang berinisial GA, EN, IW, GUN, dan IN itu, kata dia, membawa ratusan kilogram ganja ke Jakarta menggunakan jalur darat dari Aceh via Pelabuhan Bakauheni.
"Untuk mengelabui petugas, truk kontainer tidak menggunakan kapal roro reguler, melainkan menumpang tongkang, sehingga petugas sempat kehilangan jejak," ucap Arman.
"Hasil pencarian dilanjutkan dan truk tersebut ditemukan di daerah Pluit, Jakarta Utara, di tempat parkir kendaraan-kendaraan ekspedisi," sambung dia.
"Tadinya di lokasi ini akan dibuat semacam gudang penyimpanan, dan akan dijemput oleh para pemesan antara lain pemesan yang sudah jelas dan bisa kita tangkap berasal dari Bandung dan berasal dari Jakarta," ujar Arman.
BNN menduga peredaran ratusan kilogram barang haram itu dikendalikan oleh seorang narapidana yang saat ini sedang menjalani hukuman di Lembaga Permasyarakatan Tangerang.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Sebelumnya, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKS Rafli mengusulkan legalisasi ganja sebagai komoditas ekspor. Pasalnya, tanah Aceh, yang merupakan daerah pemilihannya, memiliki potensi besar karena subur ditanami ganja.
(antara/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian