Hal ini dikatakan terkait kritik Komnas Perempuan yang menyebut dugaan tindakan Andre Rosiade gerebek pekerja seks di Padang, Sumatera Barat, sebagai pelanggaran etik anggota dewan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, lanjutnya, praktik prostitusi daring di Padang telah menyasar ke anak berusia di bawah 17 tahun, baik sebagai PSK atau pengguna.
"Sekarang anak SD sudah pegang handphone. Kalau dibiarkan takutnya anak-anak jadi pengguna itu yang kita khawatirkan, apalagi duit Rp800 ribu tidak banyak. Ini jdi pekerjaan pekerjaan saya," tutur Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat.
Lebih jauh, Andre mengaku siap bila Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI memeriksa terkait kasus ini, sekaligus siap mempertanggungjawabkannya di akhirat kelak.
"Saya mempertanggungjawabkan untuk daerah pemilihan saya, supaya tidak ada kehancuran moral. Saya siap mempertanggungjawabkan dunia akhirat apalagi MKD. Kalau ada yang melaporkan ke MKD, saya akan tanggung jawab," tutur Andre.
Menurutnya, MKD tidak bisa melakukan langkah apapun bila masyarakat tidak membuat laporan terkait dugaan pelanggaran etik Andre tersebut.
"MKD belum terima laporan terkait pelanggran etik yang dilakukan Andre. Kami tidak bisa mengatakan yang bersangkutan melanggar, jadi kalau ada laporan kami akan terima memproses, mengadili, dan memutus," kata Arteria.
Sebelumnya, Komnas Perempuan menyatakan bahwa langkah Andre Rosiade gerebek pekerja seks di Padang telah melanggar etik karena melampaui kewenangan anggota dewan.
(mts/arh)