Fadjroel mengatakan, kebijakan-kebijakan itu bukan kebijakan 'lebay' sebagaimana diutarakan Xiao. Sebab sejumlah negara lain di dunia pun menerapkan larangan serupa. Selain itu berbagai kebijakan itu juga diklaim telah dikaji berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang telah mendeklarasikan wabah virus corona berstatus gawat darurat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini sebelumnya juga disampaikan Kemenko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyatakan bahwa penularan virus corona adalah melalui manusia dan hewan.
"Mereka bertujuh akan terus dipantau dan berhubungan dengan KBRI. Tak ada seorang pun yang ditinggalkan, kami akan terus memperhatikan yang sudah di Indonesia maupun di Hubei," ujar Fadjroel.
[Gambas:Video CNN]
Di samping itu Indonesia juga menerapkan larangan impor hewan hidup dari China menyusul penyebaran virus corona. Hewan dianggap sebagai salah satu makhluk hidup yang berpotensi menyebarkan virus yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, China itu.
"Metode transmisi penyakit ini melalui human to human dan wild animals, maka pemerintah akan melarang impor live animal dari China," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2).
Airlangga mengatakan, sejak penerapan larangan itu maka berbagai pengiriman hewan dari China ke Indonesia akan dikembalikan. Sementara terkait impor barang akan tetap dilanjutkan karena bukan medium penularan virus corona. (psp/osc)