"Saya dibilang muka saya jelek, tidak layak di Jakarta," kata Risma, kesal, saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Rabu (5/2).
Ia menyebut olokan-olokan di media sosial terhadap dirinya selalu bernuansa politis. Hal itu tak lepas dari isu kencang belakangan ini yang menyebut dia bakal mengikuti kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2022.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga jadi Wali Kota Surabaya ndak minta, jabatan bagi saya pantang untuk diminta. Saya tidak pernah mau," ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.
Lihat juga:Risma: Salah Apa Saya Harus Disebut Kodok? |
"Sekali lagi ayolah sejelek apapun saya ini ciptaan Tuhan," katanya.
Sebelumnya, Risma juga mengungkapkan alasannya mempolisikan Zikria, pelaku penghinaan terhadapnya. Risma mengaku ia tak terima dengan sejumlah perkataan ibu rumah tangga asal Bogor, Jawa Barat tersebut di media sosial.
"Sebetulnya alasan saya melaporkan itu yang pertama terus terang itu pribadi saya, karena saya kalau (diolok) kodok berarti orang tua saya kodok. Saya tidak ingin orang tua saya direndahkan," kata Risma.
Risma pun mengaku sempat kaget. Ia mempertanyakan kesalahan apa yang sudah diperbuat sehingga disamakan dengan kodok.
[Gambas:Video CNN] (frd/osc)