Spanduk tersebut bertuliskan "Jokowi, PLTU Membunuh Laut Kami".
Aksi penolakan atas pembangkit kotor ini dilakukan bersamaan dengan waktu kunjungan Presiden untuk peresmian tugu ibu pendiri negara, Fatmawati, di Bengkulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali menyebut proyek tersebut diduga penuh masalah seperti maladministrasi yang dinyatakan Ombudsman RI, klaim persetujuan warga, melanggar tata ruang, menghancurkan sumber nafkah petani, dan menghilangkan kawasan hutan mangrove.
Ahmad Ashov Birry, dari gerakan Bersihkan Indonesia menuding, PLTU ini adalah tipikal kebijakan pemerintah yang tidak menganggap penting pada aspek lingkungan dan masyarakat. Sementara itu, kata dia, masyarakat akan menanggung biaya yang melekat dari investasi PLTU itui dengan nilai yang begitu mahal seperti kesehatan dan lingkungan.
Sebelumnya, Jokowi meresmikan Monumen Pahlawan Nasional Ibu Agung Fatmawati Sukarno di Simpang Lima Ratu Samban, Kota Bengkulu, Rabu, (5/2). Peresmian ini bertepatan dengan hari lahir Fatmawati yakni 5 Februari 1923.
[Gambas:Video CNN]
Dalam sambutannya, Jokowi mengenang Fatmawati sebagai seorang pahlawan bangsa yang sangat berjasa pada bangsa maupun negara. Jokowi menyebut Fatmawati dikenang karena visi dan pandanganya.
"Ibu Fatmawati bukan hanya ibunya warga Bengkulu, tapi juga ibunya seluruh rakyat Indonesia," kata Jokowi seperti dikutip dari keterangan tertulis Biro Pers dan Informasi Sekretariat Presiden.