Ketua Paguyuban, Yuli de Santos mengaku selama berjualan di Sunday Market Manahan ia bisa meraup untung hingga jutaan rupiah setiap pekan. Setelah Sunday Market dibubarkan, omzet penjualannya menurun hingga 10 persen. Ia berharap Gibran dapat memberi mereka solusi jika nantinya terpilih menjadi wali kota Solo.
"Saya sudah siapkan konsep penataan Sunday Market Manahan kepada Mas Gibran. Harapan kami Mas Gibran bisa memberi solusi buat teman-teman PKL," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun setelah Jokowi menjadi Presiden, Pemkot Solo di bawah Wali Kota FX Hadi Rudyatmo gencar menertibkan PKL. PKL Sunday Market tak luput dari penataan tersebut. Pemkot menutup kawasan Gelora Manahan dari aktivitas PKL dengan alasan mengganggu masyarakat yang berolahraga.
Menanggapi permintaan PKL, Gibran mengaku akan berupaya mencari solusi. Ia akan membuka komunikasi dengan Pemkot Solo untuk mengetahui alasan penutupan Sunday Market.
[Gambas:Video CNN]
"Saya sendiri sejak Sunday Market bubar juga tidak pernah ke Manahan. Jadi mungkin benar kalau tanpa Sunday Market, Manahan jadi sepi," katanya.
Namun Gibran tidak menjanjikan PKL bisa menempati kembali Gelora Manahan seperti semula.
"Kalau masih bisa masuk (ke Manahan) kenapa tidak. Tapi saya tidak janji. Nanti kita lihat dulu kendalanya di mana," katanya.
Gibran Rakabuming Raka mendaftarkan diri menjadi bakal calon wali kota Solo di Pilkada 2020. Namanya bersaing dengan calon yang diusung PDIP DPC Solo, Achmad Purnomo.
PDIP sejauh ini belum memutuskan apakah akan mengusung Gibran atau Achmad Purnomo. Berdasarkan hasil survei Median pada akhir 2019 lalu, popularitas Gibran masih kalah populer dari Purnomo yakni 82,3 persen berbanding 94,5 persen. (syd/ain)