Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/2).
"Coba dicek di Australia, enggak ada Babinsa, Babinkamtibmas juga enggak ada. Mereka hanya punya polisi hutan, penjaga hutan kita juga punya. Itu keuntungan kita," ujar Jokowi yang disambut tawa peserta rakornas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karhutla Australia yang terjadi sejak September 2019 sudah menewaskan 18 orang, dan menghanguskan lebih dari 1.000 bangunan. Selain itu, diperkirakan 5,5 juta hektare lahan ludes dilahap si jago merah.
[Gambas:Video CNN]
Kebakaran hutan memang lazim terjadi di Australia ketika memasuki musim panas. Namun, dampak yang terjadi pada tahun ini dianggap sangat luas dan semakin membahayakan kehidupan manusia dan satwa khas seperti koala dan kanguru.
Di Indonesia, Jokowi sebelumnya juga mengkritik karhutla yang meluas. Ia menyinggung soal karhutla 2015 yang termasuk paling besar karena menghanguskan 2,5 juta hektare lahan.
Luas karhutla kemudian berkurang menjadi 150 ribu hektare pada 2017, dan naik kembali menjadi 590 ribu hektare pada 2018.
"Ini ada apa? Sudah bagus-bagus 150 [ribu hektare] kok naik lagi? 2019 naik lagi jadi 1,5 [juta hektare]. Ini apa lagi? Apa kurang yang dicopot (kapolda/pangdam)? Apa kurang persiapan?" cetusnya. (psp/ain)