Arahan itu, kata dia, sudah diinstruksikan oleh Presiden Jokowi usai merebaknya penyebaran virus corona di Kota Wuhan, Provinsi Hubei China beberapa waktu lalu. Juga terkait dengan pemulangan 237 WNI dan 1 WNA dari Wuhan dan diobservasi selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau.
"Ada 100 pulau, banyak banget," kata Terawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (7/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang jelas, pulau yang nantinya dipilih akan dijadikan tempat khusus observasi serta perawatan bagi pasien yang mengidap virus penyakit menular. Artinya, fasilitas yang dibangun bukan hanya hanya untuk pasien virus corona saja, tetapi virus-virus menular lainnya.
"Ada banyak [penyakit]. Sempat juga tadi dibahas bagaimana penyakit-penyakit menular misal TBC, TBM, Malaria," kata Terawan.
[Gambas:Video CNN]
Dekat Pangkalan Militer
Di tempat yang sama, Menko Polhukam Mahfud MD membeberkan beberapa kriteria pulau yang bisa untuk dibangun fasilitas kesehatan khusus bagi pasien yang terjangkit virus menular.
"Ya tadi ada kriteria harus dekat pangkalan militer, dekat bandara udara. Itu aja tadi kriterianya," kata Mahfud.
Meski demikian, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengatakan sebenarnya ada opsi tak perlu menyiapkan pulau khusus untuk menampung para pasien virus menular. Misalnya beberapa rumah sakit di Jakarta dan Semarang sudah memiliki fasilitas untuk pasien dengan virus menular.
"Karena banyak yang berpendapat sebenarnya tidak perlu ada di pulau tersendiri. Bisa di pulau tersendiri, bisa di pulau yang sudah ada penduduknya maksudnya. Tetapi itu didesain sedemikian rupa karena di berbagai dunia pun sama," kata dia. (rzr/osc)